BPTJ Evaluasi Periodik Sistem Ganjil Genap di Tol Bekasi

Selasa, 13 Maret 2018 | 15:27 WIB
TD
FH
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: FER
Sejumlah Polisi dan Dishub mengarahkan kendaraan roda empat berplat nomor ganjil berputar balik keluar dari gerbang tol Bekasi Barat 1 di Bekasi, Jawa Barat, 12 Maret 2018. Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memberlakukan sistem ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta mulai Senin (12/3) pukul 06.00 - 09.00 WIB setiap hari Senin -Jumat.
Sejumlah Polisi dan Dishub mengarahkan kendaraan roda empat berplat nomor ganjil berputar balik keluar dari gerbang tol Bekasi Barat 1 di Bekasi, Jawa Barat, 12 Maret 2018. Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memberlakukan sistem ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta mulai Senin (12/3) pukul 06.00 - 09.00 WIB setiap hari Senin -Jumat. (Antara/Widodo S Jusuf)

Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan mengevaluasi secara periodik paket kebijakan penanganan kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dirilis pada 12 Maret 2018 lalu. Dengan demikian, penerapan paket kebijakan ini diharapkan efektif mengurangi kemacetan.

Adapun paket kebijakan meliputi sistem ganjil genap di Pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur, pembatasan angkutan barang golongan 3-5, dan penerapan lajur khusus bus. Semua ketentuan itu berlaku pada Senin-Jumat mulai pukul 06.00-09.00.

"Seminggu sekali kita akan lakukan evaluasi dan merumuskan langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk meningkatkan dampak dan efektifitasnya," kata Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, melalui keterangan tertulis, Selasa (13/3).

Sejauh ini, menurut Bambang, pelaksanaan paket kebijakan telah berdampak positif. Hal ini terbukti dari berbagai respon masyarakat yang mendukung karena merasakan dampak positif.

"Banyak respon positif muncul dari masyarakat terpantau baik dari media sosial maupun dari berbagai media massa mainstream. Umumnya mereka mengatakan kondisi lalu lintas Jakarta-Cikampek menjadi jauh lebih lancar pada saat jam pemberlakukan kebijakan ini," urai Bambang.

Dalam rangka terus memperbaiki pelaksanaan kebijakan, Bambang mengatakan, pihaknya membuka pintu tanggapan dan respon dari masyarakat.

"Saya juga akan mendorong operator jalan tol untuk membuka pintu terhadap respon publik melalui akun media sosialnya. Saya lihat PT Jasa Marga sudah berinisiatif untuk itu," kata Bambang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon