Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka 4 April
Jumat, 30 Maret 2018 | 12:58 WIB
Lumajang - Jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa Timur kembali dibuka untuk umum pada 4 April 2018.
Sebelum membuka jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar TNBTS John Kennedie di kantor TNBTS Wilayah 2, di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
"Dari rapat koordinasi tersebut ada beberapa kesepakatan yang ditandatangani bersama oleh para pihak yang isinya sepakat untuk pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru pada 4 April 2018," kata Pelaksana Harian Kepala Bidang Wilayah 2 TNBTS Budi Mulyanto, di Kabupaten Lumajang, Jumat (30/3)
"Kami juga menyepakati bahwa batas aman pendakian di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut direkomendasikan hanya sampai Kalimati, sehingga pendaki dilarang keras untuk mendaki hingga puncak Semeru (Mahameru)," katanya menegaskan.
Budi mengatakan Gunung Semeru dibuka untuk umum setelah dilakukan survei dan pembersihan jalur pendakian oleh petugas TNBTS dan berbagai pihak. Jalur tersebut dinyatakan aman untuk didaki karena bersih dari pohon tumbang dan tanah longsor.
"Begitu pula juga sarana dan prasarana yang mendukung di sepanjang jalur pendakian mulai dari Ranu Pani hingga Kalimati, bahkan rambu-rambu sederhana petunjuk jalur pendakian untuk pendaki juga sudah ada," katanya lagi.
Ia mengatakan pihak TNBTS juga membuat tanda batas (stringline) untuk membatasi antara daerah yang tidak boleh didirikan tenda dengan daerah camping ground. Kkemudian penanda jalur arah Kalimati ke Arcopodo masih sama untuk menandai jalur rawan longsor dan tebing.
Status Gunung Semeru pada Level II (waspada), sehingga pendaki tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Puncak Jonggring Saloko karena berbahaya sesuai dengan rekomendasi Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Kami mengimbau para pendaki memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk mematuhi rekomendasi TNBTS dalam melakukan pendakian ke Gunung Semeru dan menggunakan jalur resmi pendakian, agar tidak tersesat," ujarnya lagi.
Jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut ditutup pada 1 Januari 2018 karena cuaca buruk dan untuk pemulihan ekosistem secara alamiah di sepanjang jalur pendakian, serta dalam upaya menjaga dan memelihara keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, beserta ekosistemnya di kawasan TNBTS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




