Basarah: Iduladha Momentum Hilangkan Nafsu Hewan dalam Diri Manusia

Rabu, 22 Agustus 2018 | 11:09 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah di sela-sela Hari Raya Idhul Adha di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Agustus 2018.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah di sela-sela Hari Raya Idhul Adha di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Agustus 2018. (Istimewa/Asni Ovier)

Jakarta - Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 10 Zulhijah sering diperingati dengan penyembelihan hewan kurban. Peringatan tersebut tidak hanya dipahami sebatas acara seremonial tanpa makna, tetapi harus dipetik hikmahnya dengan mendalam.

Perayaan Idul Kurban bukan hanya seremoni ungkapan solidaritas kemanusiaan terhadap sesama umat manusia. Penyembelihan hewan kurban juga mengandung makna agar manusia juga mampu menyembelih nafsu kebinatangan yang ada dalam diri. Dengan demikian, setiap umat Muslim bisa menjadi pribadi yang humanis, saleh, dan takwa.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/8). "Sifat-sifat binatang itu yang harus kita sembelih atau kita buang jauh-jauh. Sifat licik, amarah, dan berperilaku buas terhadap sesama dalam memenuhi ambisi itu yang harus dibuang jauh-jauh. Jangan sampai sifat-sifat buruk binatang buas tersebut bercokol dalam alam pikiran dan hati umat Muslim dan bangsa Indonesia," kata Basarah.

Formatur Pembentukan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu melanjutkan, syariat berkurban memiliki akar sejarah panjang, yang bisa dilacak dari zaman Nabi Adam AS, kemudian pada era Nabi Ibrahim AS hingga nabi besar Muhammad SAW. Kurban yang diterima oleh Allah SWT adalah kurban yang dilandasi dengan semangat keikhlasan dan ketaqwaan, sebagaimana hal tersebut ditunjukkan oleh Habil, yang menyiapkan seekor domba besar dan bagus untuk dikorbankan.

Sementara, kata dia, kurban Qabil ditolak lantaran dilakukan tidak dengan keikhlasan. Qabil yang terbakar dengan emosi, kemudian membunuh saudaranya sendiri, Habil. Peristiwa itu yang kemudian dikenal dengan kejadian pembunuhan pertama dalam sejarah umat manusia.

"Bahwa nafsu amarah dan kedengkian telah membutakan mata hati yang dapat membuat manusia menjadi buas terhadap sesama. Tidak jarang manusia tega mengorbankan manusia lainnya hanya untuk memenuhi syahwat dan ambisi kekuasaan. Jika nafsu dengki, amarah, dan buas tersebut tidak disembelih, maka bukan mustahil kekacauan dan eksploitasi manusia terhadap manusia masih dan akan terus berlangsung serta dapat menimbulkan kekacauan suatu bangsa atau masyarakat dunia," ujar Basarah.

Dikatakan, situasi yang terjadi di masyarakat Arab pra-Islam adalah situasi yang memprihatinkan. Praktik dehumanisasi, termasuk mengorbankan manusia hidup-hidup menjadi pandangan biasa dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW datang menghapus kebiasaan biadab tersebut. Tradisi mengorbankan manusia dengan dalih dan alasan apa pun dalam peradaban umat manusia saat ini adalah perbuatan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak dapat ditoleransi.

Semangat berkurban juga bisa diterapkan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap komponen bangsa harus mengorbankan egoisme dan tidak memaksakan kehendak, apalagi bersikap buas terhadap sesama dengan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan dan ambisinya.

"Itulah semangat berkurban, yang harus kita pahami. Mudah-mudahan, dengan semangat Idul Kurban 1439 Hijriah ini bangsa Indonesia dapat menjalani kehidupan kebangsaan yang humanis dan penuh solidaritas sesama bangsa Indonesia dan warga dunia," kata Wakil Ketua MPR itu.

Dalam perayaan Iduladha di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan itu disembelih 29 ekor sapi yang dikumpulkan dari para pengurus PDIP. Daging hewan kurban tersebut akan didistribusikan kepada kaum duafa dan warga lain yang berhak untuk menerimanya.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri secara khusus menyampaikan ucapan Selamat Iduladha 1439 Hijriah kepada seluruh umat Islam Indonesia. Megawati juga menyerahkan dua ekor sapi kurban kepada Panitia Kurban DPP PDIP.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon