Pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya Butuh Waktu Lama
Rabu, 19 September 2018 | 09:37 WIB
Jakarta- Pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya membutuhkan perencanaan matang dan memakan waktu lama. Selain itu dibutuhkan promosi terhadap kota yang menjadi calon ibu kota negara baru.
Ahli perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna mengatakan, selama wacana pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya belum dicabut, maka masih ada kesempatan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palangkaraya untuk melakukan branding dan promosi.
"Kan sudah ada kajiannya yang matang. Kajian jaringan infrastruktur terpadu di kota ini sudah siap. Nanti tim tinggal menghadap ke Kementerin Perhubungan untuk membangun jaringan transportasi. Karena sudah ada kajiannya, sekarang tergantung marketing dan branding yang dilakukan. Jadi kajian tidak masuk laci," kata Yayat dalam acara Seminar Optimaliasi Penataan ruang Kota Palangkaraya di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).
Dengan kajian dan rencana menjadi calon ibu kota negara yang baru, bisa menjadi modal yang kuat bagi Pemkot Palangkaraya untuk mencari investor atau mitra untuk mempercepat pembangunan kota berdasarkan kajian tata ruang yang sudah ada.
"Kita bisa mencontoh Kota Banyuwangi, yang berkembang menjadi kota festival taraf dunia. Nah bisa kan bikin festival film diselenggarakan di Palangkaraya. Atau event besar apa pun, dengan kalimat digelar di calon ibu kota Indonesia baru," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




