Palangkaraya Harus Berubah Jadi Kota Maju
Rabu, 19 September 2018 | 09:45 WIB
Jakarta- Palangkaraya, Kalimantan Tengah, harus berubah menjadi kota maju, untuk menjadi ibu kota negara, menggantikan Jakarta. Oleh karena itu, perlu dibuat masterplan tata ruang untuk menuangkan rencana detail tata ruang yang matang.
"Jadi ketika rencana detail tata ruang dan pembangunan kota sudah matang, maka kita mudah mau jualan promosi kota ke mana-mana. Cari mitra atau partner yang bisa dipercaya. Seperti Universitas Indonesia yang lengkap dengan pakar-pakarnya. Masalah jadi atau tidaknya Palangkaraya sebagai ibu kota baru bukan urusan kita. Yang jadi urusan kita adalah bagaimana mempercepat perubahan kota tersebut, ya salah satunya menjadi tuan rumah event internasional seperti Palembang," kata ahli perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna dalam acara Seminar Optimaliasi Penataan ruang Kota Palangkaraya di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).
Arsitek perkotaan Universitas Indonesia, Antony Sihombing mengatakan, karena masih wacana, maka belum ada dasar hukumnya yang menentukan Palangkaraya sebagai ibu kota negara yang baru.
"Karena belum ada dasar hukumnya, jadi kita melihatnya dari sudut Kota Palangkaraya. Tadi kita sampaikan, dari segi kajian, Palangkaraya siap baik dari segi lahan maupun jumlah penduduknya yang sangat kecil. Sehingga mudah direncanakan perubahan baru. Untuk Palangkaraya semuanya sudah kita kaji. Semuanya menyimpulkan Palangkaraya siap menjadi Ibu Kota negara baru," jelasnya.
Wali Kota Palangkaraya, Riban Satia mengatakan, perencanaan jangka panjang yang matang sangat penting bila Palangkaraya ingin dijadikan sebagai ibu kota negara Indonesia.
Oleh karena itu, Pemkot Palangkaraya akan terus berkoordinasi dengan para ahli, baik di bidang perkotaan maupun transportasi, sehingga Palangkaraya bisa mengakomodasi pertumbuhan perkotaan hingga ratusan tahun ke depan.
"Palangkaraya memiliki masalah dalam tata ruang. Palangkaraya memiliki tiga wajah, yaitu perkotaan, pedesaan, dan perhutanan. Sehingga, ketika ingin membangun jalan misalnya, kita berbenturan dengan status kawasan," kata Riban.
Ia mengharapkan perencanaan tata ruang jangka panjang ini dapat mengakomodasi tiga sisi wajah Palangkaraya. Presiden RI pertama, Soekarno menginginkan Palangkaraya sebagai model kota yang terencana serta menjadi representasi Indonesia di mata dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




