Ini Hal Sulit Dihadapi Golkar untuk Bersihkan Kader dari Praktik Korupsi

Selasa, 25 September 2018 | 12:15 WIB
RW
JM
Penulis: Robertus Wardi | Editor: JEM
Ilustrasi
Ilustrasi (Beritasatu.com)

Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Tb Ace Hasan Syadzily mengemukakan, hal yang sulit dalam memberantas korupsi di internal parpol adalah perbuatan atas nama pribadi tetapi disangkut-pautkan dengan parpol.

Parpol, katanya, sesungguhnya tidak pernah menginstruksikan kepada kadernya untuk melakukan tindakan korupsi. Bahkan di internal Partai Golkar sudah dilakukan berbagai cara untuk mendidik para kader agar bisa terhindar dari praktik menyimpang tersebut.

‎"Terima uang atas nama pribadi. Dipakai untuk kegiatan pribadi. Tapi begitu ketangkap, partai dibawa-bawa. Ini yang susah," kata Ace di Jakarta, Selasa (25/9).

Ia memberi ilustrasi tentang kader partai yang terlibat korupsi seperti seseorang politisi mengiklankan diri ke sebuah media masa dengan bayaran tertentu. Saat pemasangan iklan, media yang menerima tentu tidak menanyakan apakah uangnya hasil korupsi atau tidak.‎ Setelah menerima bayaran, media tersebut wajib menayangkan iklan sang politisi.

"Lantas apakah setelah ketangkap, media yang bersangkutan juga dituduh terlibat korupsi? Kan enggak mungkin," ujar anggota Komisi II DPR ini.

Menurutnya, model-model seperti itu yang menyeret-nyeret partai. Model-model seperti ini yang juga susah dibersihkan atau dikendalikan partai karena menyangkut tindakan pribadi.

"Begitu kejadian baru mempersilakan partai sebagai tempat naungannya," katanya.

Untuk menghindarkan kader Golkar dari praktik-praktik korupsi, katannya, partai melakukan bergama cara. Misalnya ada pakta integritas yang melarang melakukan perbuatan tersebut. Jika akhirnya ketangkap atau terlibat maka langsung dipecat dari partai.
Kemudian ada surat edaran dari fraksi yang melarang menekanan soal larangan menggunakan/mengambil anggaran negara secara tidak sah.

Kemudian ada banyak workshop, diskusi yang menghadirkan KPK, Kepolisian, Kejaksaan, BPK, PPATK yang memberikan pemahanan kepada kader agar terhindar dari perbuatan korupsi. Gokar juga mengusung tagline Golkar Bersih sebagai kampanye anti korupsi.

"Himbauan, edaran itu sudah banyak. Kalau tetap dilanggar, ya partai juga tidak bisa berbuat apa-apa. Paling langsung dipecat kalau sudah ketangkap," tutup Ace.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon