Kempora Dorong Teknopreneur Muda di Batam Terus Berinovasi
Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:35 WIB
Batam – Kegiatan Prakualifikasi Teknopreneur Muda Pemula Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) digelar untuk menyeleksi lima pemuda pelaku usaha kecil terbaik untuk kategori penerapan inovasi teknologi di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (23/10). Kempora memberikan kesempatan pada 30 teknoprener muda untuk melakukan adu gagasan bisnis dalam acara Prakualifikasi Teknoprener Muda Pemula di Kota Batam.
"Acara ini akan menentukan lima peserta terbaik berdasarkan inovasi teknologi yang mereka terapkan dalam bisnis rintisannya. Selain itu, juga akan diberikan hadiah berupa uang tunai sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kami atas prestasinya," kata Supadi Kepala Bidang Pemetaan dan Penelusuran Iptek Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda Kempora dalam sesi sosialisasi kegiatan tersebut.
Lebih lanjut Supadi mengatakan, hadiah uang tunai yang diberikan sebesar Rp 8 juta per orang diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para peserta seleksi untuk terus berkarya melalui inovasinya. Para teknopreneur muda di kota Batam sudah waktunya untuk menjadi teknopreneur yang mampu mengelola dan mengembangkan bisnis rintisannya sebagai bentuk partisipasinya dalam memperkuat daya saing ekonomi lokal.
"Kempora akan selalu berkomitmen untuk memberdayakan para pelaku usaha kecil berbasis teknologi di berbagai kabupaten kota di Indonesia. Batam, sebagai salah satu kota kontributor pembangunan ekonomi nasional, para pemudanya perlu diberdayakan sehingga diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi teknopreneur muda yang mandiri, inovatif dan berdaya saing sebagai perwujudan dari amanah Undang-Undang Nomor 40/2009 tentang Kepemudaan," lanjut Supadi.
Dia juga menambahkan bahwa kegiatan prakualifikasi teknopreneur muda di Kota Batam tersebut dilaksanakan dengan bermitra dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, selaku stakeholder di daerah yang membina para pelaku usaha kacil termasuk pelaku usaha di kalangan pemuda yang baru mulai merintis usahanya.
Dia melanjutkan, agar penilaian bisa obyektif, Kemenpora akan menghadirkan tiga juri untuk memberikan penilaian pada setiap peserta yang mempresentasikan gagasan inovasi pada usahanya. Aspek yang dinilai antara lain seputar inovasi teknologi yang diterapkan, kesiapan dan penguasaan bisnis yang dirintisnya, prospek atau kelayakan usahanya dalam menghadapi persaingan bisnis nantinya.
"Kami juga akan memberikan skor yang tinggi kepada tiap bisnis yang memiliki daya ungkit lokal, artinya memproduksi sesuatu yang bisa memberdayakan pemuda sekitarnya. Untuk itu, kami akan mendatangkan narasumber senior di bidangnya untuk melakukan pendampingan berupa bisnis klinik bagi lima peserta terbaik tersebut," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Suleman Nababan, mengatakan, maju mundurnya suatu bangsa sangat tergantung pada wirausahawan yang mampu menggabungkan antara jiwa kewirausahaan dan teknologi. "Untuk itu, kegiatan ini sangat strategis sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menumbuhkan jilah wirausaha di kalangan pemuda," katanya.
Kempora melaksanakan kegiatan prakualifikasi Teknoprener Muda Pemula ini sebagai agenda tahunan, di mana tahun 2018 ini digelar di empat kabupaten dan kota di Indonesia, yakni Klaten, Malang, Batam dan Manado.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




