Kempora Jaring Teknopreneur Muda di Manado

Selasa, 30 Oktober 2018 | 17:22 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) melakukan seleksi terhadap lima pemuda pelaku usaha kecil terbaik untuk kategori penerapan inovasi teknologi dalam Acara Prakualifikasi Teknopreneur Muda Pemula di kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa, 30 Oktober 2018.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) melakukan seleksi terhadap lima pemuda pelaku usaha kecil terbaik untuk kategori penerapan inovasi teknologi dalam Acara Prakualifikasi Teknopreneur Muda Pemula di kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa, 30 Oktober 2018. (istimewa)

Manado – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) melakukan seleksi terhadap lima pemuda pelaku usaha kecil terbaik untuk kategori penerapan inovasi teknologi dalam Acara Prakualifikasi Teknopreneur Muda Pemula di kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (30/10)

"Pemuda adalah tulang punggung Indonesia dalam rangka menyambut bonus demografi dimana usia 16 - 45 tahun berjumpa 55 persen dari jumlah penduduk. Kalian harus bisa menjadi tauladan atau soko guru untuk menjadi wirausaha muda yang sukses" kata Faisal Abdullah, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kempora.

Sementara itu, Hamka Hendra Noer, Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtak Pemuda Kemenpora mengatakan pemuda harus lebih berorientasi pada entrepreneurship yang berbasis Iptek sebagai pilihan karier, tidak hanya pada bidang politik saja.

"Pada kegiatan ini, kami menampilkan 30 teknopreneur muda di Kota Manado untuk mempresentasikan gagasan bisnis mereka dihadapan para juri. Juri akan memberikan skoring pada hasil inovasi teknologi yang mereka terapkan dalam bisnis rintisannya," kata Supadi Kepala Bidang Pemetaan dan Penelusuran Iptek Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda Kempora dalam sesi sosialisasi kegiatan tersebut.

Selanjutnya dia mengatakan, lima peserta terbaik akan mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 8 juta per orang dalam ajang adu gagasan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat menguatkan semangat para peserta prakualifikasi teknopreneur untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam berinovasi.

Pada acara ini, Kempora menghadirkan tiga juri untuk memberikan penilaian pada setiap peserta yang mempresentasikan inovasi pada usahanya. Aspek yang dinilai antara lain seputar inovasi teknologi yang dipakai, kesiapan dan penguasaan bisnis yang dirintisnya, prospek atau kelayakan usahanya dalam menghadapi persaingan bisnis nantinya

Supadi menambahkan, para teknopreneur muda di kota Menado, kota yang dikenal paling toleran di Indonesia ini, harus selalu mengikuti perkembangan dan belajar inovasi teknologi terkini. Ini penting karena keterbelakangan teknologi tidak hanya membuat rendahnya jumlah produksi dan efisiensi di dalam proses produksi, tetapi juga rendahnya kualitas produk yang dibuat serta kesanggupan bagi usaha kecil muda pemula untuk dapat bersaing di pasar.

Kemenpora akan terus melakukan upaya-upaya penyadaran dan pemberdayaan pemuda dalam bidang inovasi teknologi di kabupaen kota di Indonesia. Melalui langkah ini, diharapkan akan semakin meningkatkan kuantitas dan kualitas teknoprener muda yang mandiri, inovatif dan berdaya saing sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 40/2009 tentang Kepemudaan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon