PII Targetkan Indonesia 10 Besar Ekonomi Dunia 2030
Sabtu, 17 November 2018 | 09:19 WIB
JAKARTA – Pemerintah tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru dan menargetkan sektor industri dalam negeri untuk mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan laju perekonomian.
Berkaitan dengan kondisi ekonomi Indonesia yang cenderung stagnan dengan mengalami pertumbuhan di kisaran 5% sehingga dibutuhkan akselerasi peran industri nasional yang kuat akan inovasi sebagai pendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Inilah yang mendasari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menggelar Kongres ke XXI dan Dialog Nasional dengan mengangkat tema ‘Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas: Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia’ yang akan berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat pada tanggal 6-7 Desember 2018 mendatang.
Momentum Kongres PII XXI dan Dialog Nasional ini merupakan salah satu langkah strategis, yang dilakukan dalam meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang menargetkan Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia tahun 2030 mendatang.
Roadmap ini dapat menjadi pegangan para industriawan untuk memahami langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk menyongsong era industri 4.0 yang ditahap awal akan fokus pada 5 sektor prioritas yaitu Industri Makanan dan Minuman, Industri Tekstil dan Busana, Industri Otomotif, Industri Elektronik dan Industri Kimia.
Sektor prioritas tersebut adalah sektor yang diyakini mempunyai daya ungkit besar dalam hal penciptaan nilai tambah, perdagangan, besaran investasi, dampak terhadap industry lainnya serta kecepatan penetrasi pasar.
Tema ‘Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas: Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia’ ini merupakan isu utama yang merupakan langkah awal sebagai perwujudan kemajuan industri Indonesia yang diselenggarakan dalam situasi ekonomi saat ini yang secara internal
dihadapkan dengan tantangan rendahnya produktivitas, penguasaan dan pengembangan teknologi terbaru, kemampuan inovasi serta perbaikan standard kerja, dalam pelibatan PII oleh pemerintah dalam konteks pembangunan infrastruktur seluruh sektor sedangkan secara eksternal PII harus mempersiapkan insinyur-insinyur professional yang berdaya saing untuk berhadapan dengan insinyur asing.
Setelah 3 tahun, PII kembali akan menyelenggarakan Kongres yang ke XXI sebagai langkah yang telah dilakukan PII untuk terus disempurnakan dan diperkaya agar PII menjadi tumpuan pengembangan para insinyur. Kongres PII XXI tahun 2018 ini sangat penting sebagai tonggak tantangan keinsinyuran dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat. Khususnya memasuki revolusi industri generasi ke empat (Industry 4.0) yang diikuti oleh pemutakhiran seluruh sektor untuk menerapkan IOT (Internet Of Things).
Tantangannya adalah memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah untuk berkontribusi dalam Indonesia yang mandiri dan maju. Seluruh daya akal dan tenaga perlu dapat dimaksimalkan untuk menjawab tantangan ini.
Diadakannya Kongres PII ke XXI kali ini merupakan sejarah PII yang telah menginjak usia 66 tahun, suatu perjalanan organisasi yang cukup panjang. Namun dalam perkembangan yang dihadapi saat ini, di tengah berbagai perubahan yang terjadi, PII harus terus membangun energi segar agar terus dapat memutakhirkan organisasi profesi insinyur ini untuk selalu tampil menjawab berbagai kecenderungan dan perubahan yang dihadapi. Sehingga kongres ini dapat memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kontribusi keinsinyuran untuk masyarakat dan negara, selain untuk selalu meningkatkan profesionalisme insinyur dalam kompetisi global.
Made Dana Tangkas, Ketua Panitia Penyelenggara merasa antusias dan senang dapat menyelenggarakan Kongres PII ke XXI dan Dialog Nasional ini. "Kongres ke XXI mendatang merupakan masih dalam suasana yang berdekatan dengan beberapa acara keinsinyuran seperti CAFEO Conference of ASEAN Federation Engineering Organization di Singapore dan membawa tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan kongres PII XXI dan Dialog Nasional ini, PII akan mendukung untuk tetap mengirimkan delegasi ke CAFEO," ujarnya.
Ia berharap diadakannya kegiatan ini dapat menghasilkan langkah besar ke depan untuk kemajuan keinsinyuran di Indonesia maupun hingga ASEAN.
"Kami mengharapkan peran dan partisipasi para insinyur seluruh pengurus PII baik di pusat maupun wiayah dan cabang serta dukungan semua pihak yang berkepentingan dengan kemajuan keinsinyuran Indonesia bagi keberhasilan Kongres PII XXI dan Dialog Nasional ini sehingga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara Indonesia," katanya.
"Semoga ajang ini menjadi bagian momentum pertumbuhan Indonesia yang dilandasi kemandirian teknologi dan kemajuan negara Indonesia dari inovasi, daya saing dan nilai tambah yang dihasilkan insinyur, agar di tahun 2025 dan 2045 tercapai semua capaian yang diprediksi dari kekuatan nasional," ucap Made. (*)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




