Guruh: Rakyat Indonesia Belum Sepenuhnya Berdaulat

Senin, 3 Desember 2018 | 18:26 WIB
YP
FH
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FER
Ketua Umum PARAINDRA, Guruh Sukarno Putra di Acara Pesta Raya Samudera 2018, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (3/12).
Ketua Umum PARAINDRA, Guruh Sukarno Putra di Acara Pesta Raya Samudera 2018, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (3/12). (Istimewa)

Kendari - Ketua Umum Tim Paguyuban Rakyat Indonesia Raya (Paraindra), Guruh Sukarno Putra, mengatakan rakyat Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan belumlah sepenuhnya berdaulat. Bahkan, kondisi rakyat dinilai kian memprihatinkan.

"Sebagian dari rakyat kita masih hidup dalam keadaan belum mencapai kemakmuran. Banyak rakyat kita belum mencapai rasa keadilan," ujar Guruh Sukarno Putra, saat berbicara di Acara Pesta Raya Samudera 2018, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (3/12).

Sebelum proklamasi, kata Guruh, Indonesia dijajah bangsa asing dan rakyat kehilangan kemerdekaannya. Pasca kemerdekaan, rakyat Indonesia justru dijajah oleh saudara sebangsa.

"Tetapi ketika era kemerdekaan pun beberapa dari rakyat Indonesia dalam beberapa kasus masih dijajah justru oleh saudara kita sebangsa. Padahal, Bapak bangsa kita Bung Karno mengatakan dan tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa," tandasnya.

Guruh menyatakan, rakyat Indonesia harus sepenuhnya merdeka. Jika negara Indonesia sudah merdeka, namun rakyat tidak serta merta merdeka dan berdaulat. Banyak kasus, dimana rakyat masih mengalami intimidasi dan tidak memiliki kesempatan yang sama dengan lainnya untuk berusaha.

"Kita harus membuat rakyat merdeka sepenuhnya, sehingga rakyat hidup dalam keadaan sentosa raya. Paraindra dibentuk sebagai wadah perjuangan rakyat untuk mencapai cita-cita Proklamasi. Paraindra ingin berjuang untuk mencapai Indonesia yang adil dan makmur," ungkapnya.

Lebih lanjut, Guruh mengatakan, rakyat Indonesia pun tidak menginginkan kebesaran yang seperti itu. Rakyat Indonesia, kata dia, hanya ingin kebesaran bangsa dan negara terjadi karena memang rakyatnya yang memiliki karya budaya yang besar.

"Dari bumi Kendari, semoga ini menjadi wadah yang efektif. Agar Paraindra bisa memimpin menuju Indonesia Raya. Kehadiran tim Paraindra di Kendari, hari ini adalah dalam kerangka melakukan konsolidasi dan sosialisasi gerakan kebudayaan rakyat Indonesia yang kami beri nama Pesta Raya Samudera," pungkas Guruh.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon