Upacara Pengejaran KKB Terkendala Cuaca, 4 Pekerja Istaka Belum Ditemukan
Kamis, 13 Desember 2018 | 10:32 WIB
Jayapura - Kepala bidang hubungan masyarakat Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menuturkan hingga saat ini anggota gabungan TNI-Polri masih melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga. "Anggota di lapangan masih melakukan upaya-upaya pengejaran terhadap kelompok tersebut," ungkap Kamal, Rabu (12/12) sore.
Kata Kamal, dalam upaya pengejaran sejauh ini anggota di lapangan masih terkendala dengan kondisi geografis dan cuaca."Ya kalau upaya kami masih lakukan, namun kendalanya geografi mengingat lokasi terjal dan butuh teknis yang matang, di sisi lain tekanan udaranya karena ketinggian di atas 10.000 feet, selain itu tidak menutup kemungkinan ada anggota yang sulit beradaptasi dengan cuaca," ujarnya.
Kamal menambahkan yang menjadi titik fokus saat ini adalah pencarian empat orang pekerja dari PT Istaka karya yang belum diketahui keberadaannya. "Ada 147 rekan kami baik itu dari polisi maupun TNI yang fokus cari korban yang belum ditemukan," tutur Kamal.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM, Kamal menuturkan sejauh ini prediksi pihak kepolisian terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) Pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga memiliki kurang lebih 50 anggota dengan dilengkapi senjata militer.
"Kalau prediksi untuk KKB pimpinan Egianus memiliki anggota kurang lebih 50 orang, selain itu juga senjata mereka ada sekitaran 40 pucuk beserta amunisinya,"ungkap Kamal.
Ia menerangkan, dugaan kuat senjata yang dimiliki kelompok tersebut merupakan senjata-senjata hasil rampasan dari aparat keamanan baik itu TNI maupun Polri. "Ya prediksi kami itu senjata rampasan, selain itu tidak menutup kemungkinan senjata itu diduga berasal dari luar mungkin dari daerah-daerah yang pernah terjadi konflik, namun kami masih akan kembangkan lagi,"tuturnya.
Kata Kamal, catatan kriminal yang dilakukan Egianus sejauh ini sudah sangat di luar akal manusia. Bagaimana tidak mulai dari penembakan pesawat, pembantaian satu keluarga bahkan anak kecil yang tidak berdosa tidak luput dari aksi kejinya. Selain itu juga kekerasan terhadap tenaga medis dan pendidik di Kabupaten Nduga, dan yang menjadi perhatian khusus yaitu pembantaian pekerja jalan Trans Papua beberapa waktu lalu.
"Aksi dari Egianus dan kelompoknya ini tidak ada tolerir, maka kami dari pihak penegak hukum akan terus melakukan pengejaran hingga kelompok tersebut benar-benar mempertanggung jawabkan perbuatannya selama ini di mata hukum," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




