Sinergi TNI-Polri Mampu Jaga Stabilitas Keamanan Nasional

Jumat, 21 Desember 2018 | 08:23 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Susaningtyas NH Kertopati
Susaningtyas NH Kertopati (Istimewa/Istimewa)

Jakarta – Berkat sinergi yang baik antara TNI dan Polri stabilitas keamanan nasional bisa terjaga dengan baik sepanjang 2018. Sepanjang tahun ini, keamanan nasional dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan berkat kerja sama yang baik kedua institusi.

"Beberapa unjuk rasa besar berhasil diantisipasi dengan sinergi kedua institusi tersebut. Bencana alam yang terjadi di beberapa daerah juga ditangani dengan baik oleh TNI yang membantu pemerintah daerah setempat," ujar pengamat pertahanan dan keamanan, Susaningtyas NH Kertopati atau yang akrab disapa Nuning di Jakarta, Jumat (21/12).

Dikatakan, secara internal, TNI juga mencapai level profesional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjaga kedaulatan NKRI dengan peningkatan organisasi di wilayah Timur Indonesia, seperti Koarmada lll, Koopsau lll, Pasmar lll, dan Divisi 3 Kostrad. Beberapa program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) juga tercapai tepat waktu, seperti kedatangan kapal selam baru dan skuadron tempur.

Secara regional, ujar Nuning, TNI juga sukses menggelar berbagai operasi bersama dengan militer negara tetangga. Patroli terkoordinasi dilaksanakan di beberapa wilayah perbatasan maritim. Gejolak Laut Cina Selatan juga berhasil diantisipasi TNI melalui diplomasi pertahanan.

"TNI juga berhasil menjabarkan pilar kelima visi Poros Maritim Dunia sebagai bentuk pertahanan maritim di Laut Natuna Utara mengantisipasi skenario terburuk pecahnya konflik Laut Cina Selatan," ujarnya.

Dia berharap, TNI kembali bersinergi dengan Polri bisa mengawal pesta demokrasi Pemilu 2019 dengan aman, damai, dan netral. Banyaknya purnawirawan TNI yang berafiliasi kepada partai politik tertentu hendaknya tidak memengaruhi petinggi dan prajurit TNI yang masih aktif.

Nuning menambahkan, TNI juga harus menyelesaikan isu separatisme di Papua dengan mekanisme peraturan internasional sebagaimana diatur oleh PBB. Separatisme juga terjadi di berbagai belahan dunia dan ditangani secara profesional oleh militer negara-negara tersebut.

"Isu separatisme di Catalunya diselesaikan dengan cepat dan senyap oleh militer Spanyol. Bahkan, Uni Eropa juga secara tegas membantu pemerintah Spanyol membasmi sparatisme Catalunya," kata dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon