Inflasi DIY Paling Rendah di Jawa

Kamis, 3 Januari 2019 | 11:43 WIB
FE
JS
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: JAS
Bandara Adisutjipto Yogyakarta.
Bandara Adisutjipto Yogyakarta. (Antara)

Yogyakarta - Inflasi DI Yogyakarta pada Desember 2018 tercatat sebesar 0,57 persen, dengan tingkat inflasi tahunan sebesar 2,66 persen, menjadikan DIY sebagai wilayah dengan inflasi terendah di antara provinsi lain di Pulau Jawa, bahkan Nasional dengan tinggi inflasi 3,13 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY sekaligus Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY Budi Hanoto mengatakan, inflasi tersebut juga relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi DIY dalam tiga tahun terakhir sebesar 2,69 persen.

"Rendah dan terkendalinya inflasi dalam sasaran target inflasi 3,5%±1% (yoy) didukung oleh terjaganya komponen inflasi inti, meskipun terdapat tekanan pada inflasi volatile food dan administered prices," jelasnya pada Rabu (2/12) petang.

Terkendalinya inflasi DIY pada 2018 tidak terlepas dari berbagai upaya TPID DIY dalam menjaga stabilisasi inflasi sepanjang tahun, antara lain melalui beberapa strategi antara lain warung untuk rakyat yang diselenggarakan dengan harga penyulai.

Sementara itu, kenaikan harga tiket pesawat menjadi pemicu inflasi di DIY, yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Desember 2018 mengalami inflasi 0,57 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,06 pada November 2018 menjadi 131,81 pada Desember 2018.

"Andil terbesar yang mendorong inflasi adalah komoditas tarif angkutan udara 0,11 persen," kata Kepala BPS DIY, Johanes de Britto Priyono, Rabu (2/1).

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Bulan Desember 2018 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi di antaranya angkutan udara yang naik 8,01 persen sedangkan pada barang konsumsi, telur ayam ras naik 13,81 persen dengan memberikan andil 0,09 persen.

Bawang merah naik 20,82 persen memberikan andil sebesar 0,07 persen; daging ayam ras naik 6,97 persen memberikan andil sebesar 0,06 persen; pasir naik 5,50 persen dengan memberikan andil sebesar 0,05 persen; beras naik 0,73 persen dengan memberikan andil sebesar 0,03 persen; tarip kereta api naik 5,31 persen dengan memberikan andil sebesar 0,02 persen.

Inflasi di DIY yang terkerek oleh tarif angkutan udara juga ditengarai karena pertumbuhan penumpang di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta mencapai 8,417,079 orang pada tahun 2018.

General Manager AP 1 Yogyakarta Agus Pandu Purnama menyatakan kenaikan penumpang jalur udara mencapai 7,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, jumlah penumpang di Bandara Adisutjipto pada 2017 mencapai 7,854,201 orang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon