Kronologi Penyerangan KKSB di Distrik Yambi

Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:38 WIB
RI
FB
Penulis: Robert Isidorus | Editor: FMB
Ambulans TNI meninggalkan hanggar helikopter Bandara Mozes Kilangin Timika saat evakuasi jenazah Serda Handoko setibanya di bandara tersebut, Papua, 5 Desember 2018. Prajurit TNI dari kesatuan Batalyon Infanteri 755 Yaled Merauke tersebut gugur akibat diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.
Ambulans TNI meninggalkan hanggar helikopter Bandara Mozes Kilangin Timika saat evakuasi jenazah Serda Handoko setibanya di bandara tersebut, Papua, 5 Desember 2018. Prajurit TNI dari kesatuan Batalyon Infanteri 755 Yaled Merauke tersebut gugur akibat diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mbua, Kabupaten Nduga, Papua. (Antara/Evarianus Supar)

Jayapura - Terjadi kontak tembak antara Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Lekagak Telenggen dengan Pasukan TNI di daerah Longsoran Baganbaga, Distrik Yambi, Kab. Puncak Jaya. Insiden ini terjadi saat Tim TNI sedang mendistribusikan logistik ke pos-pos, Jumat (18/1) siang sekitar pukul 12.10 WIT. Ini dikatakan Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi Sabtu siang.

Dikatakan, tim TNI bergerak dari Distrik Mulya menuju Distrik Yambi dalam rangka mendorong logistik. Saat sampai di daerah longsoran Babanbaga tiba-tiba mendapatkan gangguan tembakan dari atas ketinggian.

"Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran, namun karena kondisi medan yang sangat berat, KKSB yang berhasil diidentifikasi Pimpinan Lekagak Talenggeng diperkirakan berjumlah belasan orang, berhasil melarikan diri secara terpencar masuk ke hutan,"ujarnya.

Dikatakan, dari kedudukan KKSB saat dilaksanakan pembersihan ditemukan beberapa barang bukti berupa dua buah magasin senapan panjang berikut amunisinya, dua buah tongkat komando diduga milik Lekagak Talenggeng, dua buah stempel TPN OPM dan sejumlah dokumen TPN OPM.

Atas kejadian kontak tembak tersebut mengakibatkan salah satu anggota TNI bernama Pratu Makamu mengalami luka tembak di paha sebelah kiri. Korban akan dievakuasi ke Timika dalam rangka mendapatkan pertolongan medis namun karena terkendala cuaca, evakuasi tidak bisa dilaksanakan.

Pada pukul 15.50 WIT, korban Pratu Makamu yang mengalami pendarahan serius akhirnya jiwanya tidak tertolong, Jenazah saat ini masih disemayamkan di Yambi untuk menunggu evakuasi ke Timika yang rencananya akan dilaksanakan hari ini.

Sementara itu situasi di Distrik Yambi, Puncak Jaya, kondusif. Aktivitas masyarakat tetap berjalan secara normal, pasukan TNI siaga sambil menghimpun informasi tentang kedudukan KKSB.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon