PSSI Belum Tentukan Anggota Komite Bersama

Kamis, 14 Juni 2012 | 19:08 WIB
WD
B
Penulis: Wimbo Satwiko/ Yudo Dahono | Editor: B1
Tugas utama komite adalah membentuk satu-satunya liga tingkat tertinggi secepatnya, bekerja sama dengan FIFA dan AFC melakukan perubahan statuta PSSI serta membenahi organisasi.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sangat optimis bahwa Indonesia tidak akan terkena sanksi dari otoritas tertinggi sepakbola dunia, FIFA, menyusul dicoretnya masalah Indonesia dari agenda rapat komite darurat FIFA yang akan berlangsung Jumat (15/6) besok.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin yang menyebutkan bahwa Indonesia telah dicoret dari agenda komite darurat FIFA. Pencoretan ini terjadi karena PSSI, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), dan Indonesia Super League (ISL) telah menandatangani nota kesepahaman di Kuala Lumpur, 7 Juni lalu.

“Komite darurat FIFA memang dijadwalkan menggelar rapat pada 15 Juni. Tapi, masalah Indonesia sudah dihapus dari agenda rapat mereka karena kami telah menandatangani nota kesepahaman di depan gugus tugas AFC,” kata Djohar, hari ini.

Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Djohar sebagai ketua umum PSSI, La Nyalla Mattalitti sebagai ketua KPSI, dan administrator Indonesian Super League, yaitu ketua eksekutif PT Liga Indonesia Joko Driyono. Salah satu poin penting dalam nota kesepahaman tersebut adalah pembentukan komite bersama.

Tugas utama komite adalah membentuk satu-satunya liga tingkat tertinggi secepatnya dan juga bekerja sama dengan FIFA dan AFC untuk melakukan perubahan statuta PSSI dan juga masalah organisasi lainnya.

Sejauh ini, KPSI telah menunjuk Djamal Aziz, Joko Driyono, Hinca Panjaitan, dan Togar Manahan Nero untuk menjadi anggota komite, sementara PSSI hingga saat ini masih belum menentukan siapa saja yang akan mewakili PSSI di dalam komite.

“Saya kira ini bukan sesuatu yang harus dibesar-besarkan, ini kan hanya pembentukan komite bersama. Saya sudah serahkan ke anggota komite eksekutif. Siapa saja bisa menjadi anggota komite karena komite tidak tidak punya wewenang untuk memutuskan apa pun Mereka hanya membentuk liga, mengusulkan perubahan statuta, dan mengusulkan prosedur masuknya empat anggota komite eksekutif yang dipecat. Semua keputusan ada di gugus tugas AFC,” papar Djohar.

Rencananya, PSSI akan mengumumkan siapa saja yang akan menghuni komite bersama, Jumat besok atau paling lambat Sabtu (16/6) pagi.

“Apa pun hasilnya nanti, kami santai saja. Yang penting Indonesia tidak kena sanksi dan terselamatkan,” ucap Djohar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon