Cerita Dirjen Dukcapil Soal Asal Usul Data WNA Masuk DPT
Rabu, 6 Maret 2019 | 19:04 WIBJakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arief Fakhrulloh menceritakan asal usul data warga negara asing (WNA) yang masuk ke Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Hal ini berdasarkan informasi yang diperoleh Zudan saat pertemuan antara KPU dan Bawaslu pada 4 Maret 2019.
Zudan mengatakan pada pertemuan 4 Maret, Dukcapil, KPU dan Bawaslu menelusuri jumlah data WNA yang masuk DPT berikut asal-usulnya. Zudan mengatakan saat itu perwakilan KPU menyampaikan informasi tentang asal data WNA tersebut.
"Dari perwakilan KPU menyatakan bahwa masuknya WNA dalam DPT tidak bersumber dari Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) Pilpres 2014, DP4 Pilkada 2015, DP4 Pilkada 2018 dan DP4 Pilpres 2019," ujar Zudan saat dikonfirmasi pada Rabu (6/3).
Pihak Dukcapil pun, kata Zudan, telah memastikan bahwa WNA yang masuk DPT tidak berasal data kependudukan Dukcapil Kemdagri. Namun, Zudan enggan memastikan asal usul sebenarnya data 103 WNA yang masuk DPT.
Berdasarkan data Dukcapil, 103 WNA ini tersebar di 16 provinsi, yakni Aceh (2 WNA), Sumatera Utara (1 WNA), Sumatera Barat (3 WNA), Jambi (1 WNA), Lampung (1 WNA), Kepulauan Bangka Belitung (1 WNA), Jawa Barat (10 WNA), Jawa Tengah (13 WNA), DIY (3 WNA), Jawa Timur (16 WNA), Banten (6 WNA), Bali (35 WNA), NTB (8 WNA), NTT (1 WNA), Sulawesi Utara (1 WNA), dan Papua (1 WNA).
Asal usul WNA yang tertinggi masuk DPT adalah yakni Jepang (18 WNA), disusul Belanda (8 WNA), Amerika Serikat, Malaysia dan Swiss masing-masing sebanyak 7 WNA dan Jerman (6 WNA). Sementara itu, jumlah WNA dari Tiongkok yang masuk ke DPT tercatat sebanyak 4 orang. Jumlah ini sama dengan WNA dari Korea Selatan dan WNA dari Filipina yang masuk ke dalam DPT Pemilu 2019.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




