Mantan Komisioner: KPU Jangan "Manja"
Selasa, 19 Maret 2019 | 19:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) diharapkan mengakui adanya kejanggalan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). KPU diminta tidak selalu seolah-olah sedang dilegitimasi menyusul kritik dan masukan publik mengenai DPT.
"Rakyat sekarang membutuhkan pengakuan KPU bahwa ada fakta DPT yang salah. Supaya dengan kita mengakui, kita tahu bagaimana caranya memperbaiki dan mengevaluasi. Namanya juga manusia. Ini penting supaya rakyat bisa menerima," kata mantan Komisioner KPU, Chusnul Mariyah.
Hal itu disampaikan Chusnul dalam Diskusi Publik Selasaan Topic of the Week bertajuk "DPT Pilpres, Kredibel atau Bermasalah?" di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi), Jakarta, Selasa (19/3/2019).
"Kalau ada error (kesalahan), ya berapa persen error-nya, penting. Bukan hanya sedikit-sedikit merasa didelegitimasi. Jangan manja menjadi anggota KPU. Buktikan dengan lakukan langkah corrective action," tegas Chusnul.
Chusnul menuturkan, kritik yang dialamatkan kepada KPU sepenuhnya bertujuan positif. "Bukan kemudian yang mengkritisi dianggap anti atau melegitimasi KPU. Jangan kemudian KPU memarahi orang lain atau mantan komisioner KPU. Masih untung ini belum hari H," tutur Chusnul.
Chusnul menyatakan, DPT merupakan salah satu hal mendasar dalam Pemilu. "Kenapa DPT sangat penting, karena dalam ilmu politik manipulasi hasil pemilu salah satu sumbernya data pemilih," ucap Chusnul.
Chusnul menambahkan, manipulasi memang juga bisa melalui regulasi, rekrutmen KPU dan Bawaslu, termasuk saat teknis pelaksanaan. Tak jarang ada kasus penggelembungan DPT. "Enggak ada orang atau biasa disebut pemilih hantu. Mudah-mudahan itu tidak dilakukan," kata Chusnul.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




