Fauzi Bowo Resmikan Dua Pasar Tradisional
Sabtu, 16 Juni 2012 | 14:57 WIB
Keduanya dibangun agar mampu bersaing dengan pasar modern yang ada di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meresmikan dua pasar tradisional yang telah merampung pembangunannya yakni pasar Mayestik dan Pasar Kebayoran Lama di Jakarta Selatan.
Keduanya dibangun agar mampu bersaing dengan pasar modern.
"Pasar tradisional tidak ingin disebut pasar kelas dua," kata Fauzi Bowo usai peresmian di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, hari ini.
Untuk itu, kata Foke, pemprov DKI melalui PD Pasar Jaya melakukan peremajaan pasar tradisional agar tidak ada lagi kesan kumuh, becek, dan tidak menguntungkan.
"Pasar tradisional ini dilengkapi penyejuk ruangan, eskalator, lift, cctv, dan peralatan standar pengamanan kebakaran," kata dia.
Foke berharap, dalam lima tahun ke depan, PD Pasar Jaya mampu menguasai perdagangan ritel
Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan PD Pasar Jaya terus melakukan pembenahan pasar tradisional, baik secara fisik maupun manajeman pasar. Diharapkan, pedagang bisa berjualan dengan nyaman, konsumen bertambah, dan bisa bersaing dengan pasar-pasar modern lainnya.
"Sebuah pasar dapat dibangun modern, semi modern, atau sederhana. Keberadaan Pasar Mayestik dan Kebayoran Lama, dengan bangunan modern merupakan bentuk penyesuaian dengan kondisi masyarakat sekitar," kata Djangga.
Pasar Mayestik dibangun dengan luas 6.905 meter persegi yang terdiri tujuh lantai dan dua lantai basement. Psar ini dapat menampung 2.279 tempat usaha, terdiri dari 1.618 kios dan 267 los serta 394 counter. Pasar ini juga dilengkapi 106 alarm sistem, tempat ibadah masjid, fire alarm dan berbagai sarana lainnya.
Sedangkan Pasar Kebayoran Lama dengan luas area pasar 8.675 meter persegi dibangun dengan ketinggian empat lantai yang dapat menampung 1.070 tempat usaha. Terdiri dari 712 kios dan 297 los serta 61 counter.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meresmikan dua pasar tradisional yang telah merampung pembangunannya yakni pasar Mayestik dan Pasar Kebayoran Lama di Jakarta Selatan.
Keduanya dibangun agar mampu bersaing dengan pasar modern.
"Pasar tradisional tidak ingin disebut pasar kelas dua," kata Fauzi Bowo usai peresmian di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, hari ini.
Untuk itu, kata Foke, pemprov DKI melalui PD Pasar Jaya melakukan peremajaan pasar tradisional agar tidak ada lagi kesan kumuh, becek, dan tidak menguntungkan.
"Pasar tradisional ini dilengkapi penyejuk ruangan, eskalator, lift, cctv, dan peralatan standar pengamanan kebakaran," kata dia.
Foke berharap, dalam lima tahun ke depan, PD Pasar Jaya mampu menguasai perdagangan ritel
Direktur Utama PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan PD Pasar Jaya terus melakukan pembenahan pasar tradisional, baik secara fisik maupun manajeman pasar. Diharapkan, pedagang bisa berjualan dengan nyaman, konsumen bertambah, dan bisa bersaing dengan pasar-pasar modern lainnya.
"Sebuah pasar dapat dibangun modern, semi modern, atau sederhana. Keberadaan Pasar Mayestik dan Kebayoran Lama, dengan bangunan modern merupakan bentuk penyesuaian dengan kondisi masyarakat sekitar," kata Djangga.
Pasar Mayestik dibangun dengan luas 6.905 meter persegi yang terdiri tujuh lantai dan dua lantai basement. Psar ini dapat menampung 2.279 tempat usaha, terdiri dari 1.618 kios dan 267 los serta 394 counter. Pasar ini juga dilengkapi 106 alarm sistem, tempat ibadah masjid, fire alarm dan berbagai sarana lainnya.
Sedangkan Pasar Kebayoran Lama dengan luas area pasar 8.675 meter persegi dibangun dengan ketinggian empat lantai yang dapat menampung 1.070 tempat usaha. Terdiri dari 712 kios dan 297 los serta 61 counter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




