Preview Pertandingan
Lawan Denmark, Saatnya Jerman Tentukan Nasib Sendiri
Minggu, 17 Juni 2012 | 10:11 WIB
Kendati hasil imbang sudah memastikan Jerman lolos ke perempatfinal, Tim Panzer tetap mengincar kemenangan.
Hingga hari ke-9 Euro 2012, Jerman patut disebut sebagai tim terbaik turnamen sepak bola terbesar Eropa ini. Sayangnya kendati sudah mencatat dua kemenangan melawan Belanda dan Portugal tim asuhan Joachim Low ini masih belum pasti lolos dari Grup B alias grup neraka.
Menghadapi Denmark, Tim Panzer cukup meraih hasil imbang untuk memastikan lolos ke perempatfinal sebagai juara grup.
Sayangnya Denmark justru membutuhkan kemenangan untuk memastikan lolos dari grup. Kemenangan bakal memastikan Denmark melaju ke babak selanjutnya, apapun hasil laga antara Belanda melawan Portugal.
Memang Jerman masih bisa lolos jika mereka kalah 2-3 atau lebih besar dengan selisih satu gol (3-4, 4-5). Tapi menyerahkan diri kepada nasib alias menggantungkan diri pada hasil lain bukanlah Jerman yang sesungguhnya. Apalagi grafik permainan mereka adalah yang terbaik sepanjang Euro 2012 kali ini.
Dari 12 pertandingan terakhir mereka, Jerman selalu meraih kemenangan - inilah mengapa tim racikan pelatih Joachim Low dipandang sebagai kandidat juara kali ini, ketimbang Spanyol yang berstatus sebagai juara bertahan.
Ini semua adalah hasil dari rencana jangka panjang Jerman setelah gagal di Piala Dunia 1998 dan Euro 2002. Rencana jangka panjang itu menyentuh semua aspek kompetisi di Jerman, termasuk di dalamnya struktur akademi Bundesliga.
Memberikan kepercayaan pada pemain pada generasi yang sama membuat tim Jerman tak hanya masih terbilang muda tapi juga kenyang pengalaman. Ambil contoh Lukas Podolski, penyerang berumur 27 tahun itu akan mencatat 100 penampilan bagi Timnas (caps) pada partai melawan Denmark di Lviv.
Bastian Schweinsteiger, yang juga berumur 27, juga memiliki caps yang hampir sama. Sementara itu sang target man Mario Gomez sudah melewati 50 caps kendati menjadi pelapis Miroslav Klose dalam jangka waktu yang cukup lama.
Kolektivitas menjadi kunci bagi permainan Jerman. Kendati diperkuat delapan pemain Bayern Muenchen yang gagal meraih gelar musim lalu, mereka langsung berhasil bangkit saat membela Timnas.
Jerman juga mampu bermain dengan tenang kendati berkali-kali diserang Belanda di pertandingan kedua. Bahkan saat melancarkan serangan, Jerman mampu bermain dengan efektif dan efisien.
Sebaliknya Denmark kendati dianggap sebagai underdog, tak bisa disepelekan begitu saja. Walaupun akhirnya harus kalah 2-3 kala bertemu Portugal di laga kedua, Denmark mampu memberikan perlawanan lewat dua gol Nicklas Bendtner.
"Kami bertemu pemain-pemain dari Bayern Muenchen, Borussia Dortmund dan Real Madrid," ujar pelatih Denmark Morten Olsen. "Mereka adalah pemain dari klub Liga Champions. Maka pertandingan nanti akan berlangsung di level yang berbeda."
Catatan Denmark saat bertemu Jerman secara keseluruhan adalah 8 kali menang, 3 kali imbang dan kalah 14 kali. Tapi dalam tiga pertemuan terakhir Denmark justru tak pernah kalah dan berhasil menang dua kali.
Jerman sendiri bakal menurunkan kekuatan penuh mereka seperti yang ditegaskan pelatih Joachim Low.
"Saya takkan menggantikan dua pemain agar seseorang bisa beristirahat. Sebagai pelatih saya ingin berkonsentrasi pada pertandingan yang kami mainkan," tegas Low.
Pernyataan itu membuat Denmark harus bersiap-siap menghadapi Jerman yang tampil offensif. Duo bek Denmark Simon Kjaer dan Daniel Agger tak boleh lengah mengawasi pergerakan Gomez. Dengan postur tubuh 1,89 cm Gomez masih mampu bergerak lincah dan memiliki kecepatan - satu hal yang luput diantisipasi lini belakang Belanda.
Belum lagi tiga gelandang serang yang berada di belakang Gomez yaitu, Podolski, Mesut Ozil serta Thomas Muller tentunya. Mengawal rapat Gomez justru berarti ketiganya bisa bergerak bebas dan memberikan ancaman bagi gawang Stephan Andersen.
Sebaliknya Jerman sendiri tak harus mewaspadai pergerakan dari second line Denmark. Gelandang serang Christian Eriksen serta kecepatan dari Michael Krohn-Dehli patut diwaspadai.
Begitu pula dengan sang ujung tombak Nicklas Bendtner. Dua gol yang sudah diciptakannya membuktikan kalau Bendtner masih memiliki kemampuan kendati musim lalu bermain tak begitu baik di Premier League.
Pertandingan Grup B: Denmark vs Jerman
Stadion: Arena Lviv, Lviv
Wasit: Velasco Carballo (Spanyol)
Prakiraan formasi Denmark (4-2-3-1):
1-Andersen; 6-Jacobsen, 3-Kjaer, 4-Agger, 5-S.Poulsen; 7-Kvist, 19-J.Poulsen; 23-Mikkelsen, 8-Eriksen, 9-Krohn-Dehli; 11-Bendtner
Pelatih: Morten Olsen
Prakiraan formasi Jerman (4-2-3-1):
1-Neuer; 15-Bender, 5-Hummels, 14-Badstuber, 16-Lahm; 6-Khedira, 7-Schweinsteiger; 13-Muller, 8-Ozil, 10-Podolski ;23-Gomez
Pelatih: Joachim Low
5 Pertemuan Terakhir:
12/08/10 Denmark 2 - 2 Jerman
28/03/07 Jerman 0 - 1 Denmark
16/11/00 Denmark 2 - 1 Jerman
27/03/96 Jerman 2 - 0 Denmark
09/09/92 Denmark 1 - 2 Jerman
Hingga hari ke-9 Euro 2012, Jerman patut disebut sebagai tim terbaik turnamen sepak bola terbesar Eropa ini. Sayangnya kendati sudah mencatat dua kemenangan melawan Belanda dan Portugal tim asuhan Joachim Low ini masih belum pasti lolos dari Grup B alias grup neraka.
Menghadapi Denmark, Tim Panzer cukup meraih hasil imbang untuk memastikan lolos ke perempatfinal sebagai juara grup.
Sayangnya Denmark justru membutuhkan kemenangan untuk memastikan lolos dari grup. Kemenangan bakal memastikan Denmark melaju ke babak selanjutnya, apapun hasil laga antara Belanda melawan Portugal.
Memang Jerman masih bisa lolos jika mereka kalah 2-3 atau lebih besar dengan selisih satu gol (3-4, 4-5). Tapi menyerahkan diri kepada nasib alias menggantungkan diri pada hasil lain bukanlah Jerman yang sesungguhnya. Apalagi grafik permainan mereka adalah yang terbaik sepanjang Euro 2012 kali ini.
Dari 12 pertandingan terakhir mereka, Jerman selalu meraih kemenangan - inilah mengapa tim racikan pelatih Joachim Low dipandang sebagai kandidat juara kali ini, ketimbang Spanyol yang berstatus sebagai juara bertahan.
Ini semua adalah hasil dari rencana jangka panjang Jerman setelah gagal di Piala Dunia 1998 dan Euro 2002. Rencana jangka panjang itu menyentuh semua aspek kompetisi di Jerman, termasuk di dalamnya struktur akademi Bundesliga.
Memberikan kepercayaan pada pemain pada generasi yang sama membuat tim Jerman tak hanya masih terbilang muda tapi juga kenyang pengalaman. Ambil contoh Lukas Podolski, penyerang berumur 27 tahun itu akan mencatat 100 penampilan bagi Timnas (caps) pada partai melawan Denmark di Lviv.
Bastian Schweinsteiger, yang juga berumur 27, juga memiliki caps yang hampir sama. Sementara itu sang target man Mario Gomez sudah melewati 50 caps kendati menjadi pelapis Miroslav Klose dalam jangka waktu yang cukup lama.
Kolektivitas menjadi kunci bagi permainan Jerman. Kendati diperkuat delapan pemain Bayern Muenchen yang gagal meraih gelar musim lalu, mereka langsung berhasil bangkit saat membela Timnas.
Jerman juga mampu bermain dengan tenang kendati berkali-kali diserang Belanda di pertandingan kedua. Bahkan saat melancarkan serangan, Jerman mampu bermain dengan efektif dan efisien.
Sebaliknya Denmark kendati dianggap sebagai underdog, tak bisa disepelekan begitu saja. Walaupun akhirnya harus kalah 2-3 kala bertemu Portugal di laga kedua, Denmark mampu memberikan perlawanan lewat dua gol Nicklas Bendtner.
"Kami bertemu pemain-pemain dari Bayern Muenchen, Borussia Dortmund dan Real Madrid," ujar pelatih Denmark Morten Olsen. "Mereka adalah pemain dari klub Liga Champions. Maka pertandingan nanti akan berlangsung di level yang berbeda."
Catatan Denmark saat bertemu Jerman secara keseluruhan adalah 8 kali menang, 3 kali imbang dan kalah 14 kali. Tapi dalam tiga pertemuan terakhir Denmark justru tak pernah kalah dan berhasil menang dua kali.
Jerman sendiri bakal menurunkan kekuatan penuh mereka seperti yang ditegaskan pelatih Joachim Low.
"Saya takkan menggantikan dua pemain agar seseorang bisa beristirahat. Sebagai pelatih saya ingin berkonsentrasi pada pertandingan yang kami mainkan," tegas Low.
Pernyataan itu membuat Denmark harus bersiap-siap menghadapi Jerman yang tampil offensif. Duo bek Denmark Simon Kjaer dan Daniel Agger tak boleh lengah mengawasi pergerakan Gomez. Dengan postur tubuh 1,89 cm Gomez masih mampu bergerak lincah dan memiliki kecepatan - satu hal yang luput diantisipasi lini belakang Belanda.
Belum lagi tiga gelandang serang yang berada di belakang Gomez yaitu, Podolski, Mesut Ozil serta Thomas Muller tentunya. Mengawal rapat Gomez justru berarti ketiganya bisa bergerak bebas dan memberikan ancaman bagi gawang Stephan Andersen.
Sebaliknya Jerman sendiri tak harus mewaspadai pergerakan dari second line Denmark. Gelandang serang Christian Eriksen serta kecepatan dari Michael Krohn-Dehli patut diwaspadai.
Begitu pula dengan sang ujung tombak Nicklas Bendtner. Dua gol yang sudah diciptakannya membuktikan kalau Bendtner masih memiliki kemampuan kendati musim lalu bermain tak begitu baik di Premier League.
Pertandingan Grup B: Denmark vs Jerman
Stadion: Arena Lviv, Lviv
Wasit: Velasco Carballo (Spanyol)
Prakiraan formasi Denmark (4-2-3-1):
1-Andersen; 6-Jacobsen, 3-Kjaer, 4-Agger, 5-S.Poulsen; 7-Kvist, 19-J.Poulsen; 23-Mikkelsen, 8-Eriksen, 9-Krohn-Dehli; 11-Bendtner
Pelatih: Morten Olsen
Prakiraan formasi Jerman (4-2-3-1):
1-Neuer; 15-Bender, 5-Hummels, 14-Badstuber, 16-Lahm; 6-Khedira, 7-Schweinsteiger; 13-Muller, 8-Ozil, 10-Podolski ;23-Gomez
Pelatih: Joachim Low
5 Pertemuan Terakhir:
12/08/10 Denmark 2 - 2 Jerman
28/03/07 Jerman 0 - 1 Denmark
16/11/00 Denmark 2 - 1 Jerman
27/03/96 Jerman 2 - 0 Denmark
09/09/92 Denmark 1 - 2 Jerman
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




