Kelelahan, 4 Petugas PPK di Jember Pingsan

Selasa, 23 April 2019 | 09:45 WIB
AS
FB
Penulis: Aries Sudiono | Editor: FMB
Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), diikuti petugas saksi dari partai, caleg, maupun capres mengikuti rekapitulasi suara pemilu tingkat kecamatan, di kantor Kecamatan Menteng, Pengangsaan, Jakarta Pusat, Minggu 21 April 2019.
Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), diikuti petugas saksi dari partai, caleg, maupun capres mengikuti rekapitulasi suara pemilu tingkat kecamatan, di kantor Kecamatan Menteng, Pengangsaan, Jakarta Pusat, Minggu 21 April 2019. (SP/Joanito De Saojoao)

Jember, Beritasatu.com - Sebanyak empat orang petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Jember, Provinsi Jatim, jatuh pingsan secara berurutan akibat kelelahan setelah melakukan rekapitulasi suara Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, Senin (22/4/2019). Mereka adalah Taufik berasal dari PPK Jenggawah, Nur Maidah Fatmawati dari PPK Sumberbaru, Mochtar Amin dari PPK Kalisat serta Rahmatullah dari PPK Sukorambi, Jember.

"Masing-masing mereka kita larikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis," ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Jember, Achmad Hanafi yang dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019) tadi pagi. Mereka rata-rata kurang istirahat selama tiga hingga empat hari siang dan malam karena menunggu, menjaga, mengangkat logistik kotak suara hingga menghitung untuk rekapitulasi.

Untuk petugas PPK Sumberbaru, Mochtar Amin, dirawat di Rumah Sakit Citra Husada Jember sebagai pasien rujukan RSD Kalisat. Kondisinya masih lemah dan perlu istirahat. "Untuk itu kita bantukan petugas KPU ke PPK yang petugasnya dalam perawatan medis," ujar Achmad Hanafi sambil menambahkan, nasib yang sama juga dialami tiga petugas PPK dari Kecamatan Jenggawah, PPK Kalisat maupun petugas PPK Sukorambi. Mereka rata-rata kelelahan, mengkonsumsi kopi secara terus-menerus agar tidak mengantuk, tetapi akhirnya ambruk pingsan.

Achmad Hanafi mengakui, keempat petugas PPK yang pingsan sudah dilaporkan ke KPU Jember yang meneruskan ke KPU Jatim dan KPU Pusat. Karenanya, bisa jadi empat petugas PPK yang jatuh pingsan dan dalam perawatan medis itu masuk dalam 374 orang petugas pemilu yang diumumkan Ketua KPU Pusat Arief Budiman di Jakarta, Senin kemarin.

"Peristiwa (jatuhnya empat orang petugas PPK) di sini kita laporkan ke KPU Jatim, Senin siang. Apakah masuk dalam 374 petugas Pemilu 2019 yang sakit di tingkat nasional, saya belum tahu," ujar Achmad Hanafi sambil menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan imbauan agar petugas PPK yang kurang sehat tidak memaksakan diri melanjutkan tugasnya. Bagi petugas PPK yang menjalani perawatan di RS, semua biaya akan ditanggung KPU dan Dinkes Kabupaten Jember.

Sebagaimana diberitakan, KPU Pusat menyatakan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal karena kelelahan seusai menjalankan tugas dalam Pemilu 2019 sudah mencapai 91 orang. Mereka tersebar di 19 provinsi se-Indonesia.

"Jumlah update terakhir petugas penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah itu sebanyak 91 orang meninggal dunia, kemudian 374 orang sakit. Sakit ini bervariasi," ujar Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Senin.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon