Dedi Mulyadi Jadi Ayah Angkat Bagi Anak Petugas Pemilu yang Gugur
Kamis, 25 April 2019 | 14:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi ayah angkat bagi anak-anak petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya. Dedi berjanji akan menanggung semua kebutuhan hidup dan sekolah anak-anak tersebut hingga dewasa.
Hal ini disampaikan Dedi setelah menyambangi kediaman Deden Damanhuri Ketua KPPS dan keluarga Carman anggota PPS asal Desa Gardu, Kiarapedes Purwakarta, yang meninggal pada saat menjalankan tugasnya pada hari pemungutan suara Pemilu serentak 2019, Rabu (17/4/2019) lalu.
Dedi mengawali kedatangannya ke keluarga almarhum Deden Damanhuri, di Kampung Sukalaksana, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong. Kehadiran Dedi diterima istri almarhum, Popon Komariah (40) beserta ketiga putrinya.
Kepada Dedi, Popon bercerita, saat pelaksanaan pencoblosan suaminya mengalami pusing dan mual setelah sebelumnya bekerja dua hari membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Sepertinya kecapekan, saat mengalami pusing dan mual langsung dibawa ke klinik. Sampai di klinik beliau meninggal," kata Popon dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (25/4/2019).
Popon mengungkapkan, sang suami selama ini menjadi tulang punggung keluarga bagi dirinya dan ketiga anak mereka yang saat ini masih bersekolah.
"Anak-anak masih sekolah. Anak pertama kelas 12, kedua kelas 9 SLTP, dan yang bungsu baru 5 tahun," ungkapnya.
Selanjutnya, Dedi menyambangi kediaman almarhum Carman. Pertemuan Dedi dengan keluarga almarhum, termasuk istri Carman bernama Ai (40) diwarnai suasana haru. Ai tak berhenti menangis saat menuturkan peristiwa yang dialami sang suami. Bahkan Ai sempat pingsan lantaran tak kuasa menahan kesedihan.
Usai pertemuan tersebut, Dedi mengaku siap menanggung semua biaya hidup dan pendidikan anak-anak pahlawan demokrasi tersebut.
"Mulai sekarang mereka bertiga menjadi anak asuh saya, karena saya tidak tega mereka menjadi janda dan yatim, untuk biaya hidup dan biaya pendidikan sampai dengan lulus saya yang tanggung, bila perlu sampai dengan perguruan tinggi," ungkap Dedi.
Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi menjelaskan, kunjungan ini merupakan bentuk tanggung jawab dirinya sebagai bagian dari partai politik peserta Pemilu terhadap para petugas yang telah gugur saat menjalankan tugas pada gelaran Pemilu serentak ini. Dedi berharap kehadirannya dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
"Mudah-mudahan kedatangan kami bisa membantu meringankan beban yang dialami oleh keluarga almarhum," katanya.
Tak hanya di Purwakarta, Dedi mengatakan DPD Golkar Jabar juga akan memberikan perhatian khusus pada 28 petugas yang gugur saat Pemilu di seluruh wilayah Jawa Barat. Dedi berjanji, pihaknya akan menanggung biaya pendidikan anak-anak para petugas yang gugur tersebut.
"Seperti di Tasik, Cianjur, Cirebon, Subang dan lainnya itu merupakan prioritas kami, terutama kita akan bantu menanggung biaya pendidikan anak-anak almarhum," katanya.
Dedi mengatakan, penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 ini diharapkan menjadi pelajaran penting dalam penyelenggaraan pemilu berikutnya. Dedi mengatakan, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, dalam pelaksanaan pemilu berikutnya, Dedi meminta kesehatan petugas KPPS diperiksa secara menyeluruh. Selain itu, Dedi mengatakan, petugas pemilu sudah seharusnya mendapat perlindungan asuransi.
"Kalau bisa lakukan pemeriksaan kesehatannya dahulu, bahkan dijamin asuransinya," kata Dedi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




