Korban Petugas Pemilu di Jatim Terus Berjatuhan

Jumat, 26 April 2019 | 10:10 WIB
AS
FB
Penulis: Aries Sudiono | Editor: FMB
Ilustrasi Pemilu 2019.
Ilustrasi Pemilu 2019. (Antara)

Kediri, Beritasatu.com - Gelaran Pemilu 2019 di Kabupaten dan Kota Kediri telah mengakibatkan korban dari para petugas pemilu. Tercatat, tiga orang petugas meninggal, satu orang keguguran dan 22 orang lainnya harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Eka Wisnu Wardhana, mengatakan ketiga korban meninggal masing-masing, Mustamin Efendi petugas Linmas Desa-Kecamatan Kandangan, Soki, petugas Linmas Desa Mojokerep Kecamatan Plemahan, dan Khoirul Umaroh, petugas KPPS Desa Purwodadi Kecamatan Ringinrejo. Sementara satu petugas perempuan yang mengalami keguguran kandungan bernama Sekar Wulandari dari PPS Desa Purworejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

"Menurut hasil analisa dokter, faktor kelelahan diduga menjadi penyebabnya," ujar Eka Wisnu kepada wartawan, Jumat (26/4/2019) tadi pagi.

Untuk keluarga ketiga korban yang meninggal rencananya diundang ke Gedung Grahadi Gubernuran Jatim di Surabaya guna menerima santunan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. KPU Kabupaten Kediri sudah mengajukan ke KPU RI untuk mendapatkan santunan bagi yang sakit atau meninggal dunia. "Kalau kami di internal KPU Kabupaten Kediri, sudah patungan sebagai bentuk solidaritas membantu meringankan beban mereka," katanya.

Sementara itu Komisioner KPU Kota Kediri, Wahyudi secara terpisah menambahkan petugas KPPS yang sakit tercatat ada tiga orang dan satu anggota Linmas. Pihaknya sedang mengusulkan bantuan ke KPU Daerah Jatim bagi petugas yang terkena musibah.

Ia lalu menunjuk korban bernama Sulis (50), petugas PPK Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dirujuk ke RS Bhayangkara, Kota Kediri karena tersengat listrik yang ada di mikrofon ketika sedang dilakukan rekapitulasi surat suara. Kapolsek Semen AKP Karyoko saat dikonfirmasi menjelaskan, kondisi korban sekarang sudah stabil namun masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kediri.

Jombang
Sementara itu Ketua KPU Daerah Kabupaten Jombang Muhaimin Shofi menngatakan sebanyak 11 orang penyelenggara pemilu, mulai petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Anggota Kelompok Pelaksana Pemungutan Suara (KPPS) dan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kabupaten Jombang, sejak Jumat (18/4) hingga Kamis (25/4) malam, jatuh sakit akibat kelelahan. Bahkan terdapat satu anggota staf KPU bernama Muhammad Iqbal Amirudin, warga Perak, meninggal dunia karena kecelakaan ketika mendistribusikan logistik dari PPK ke PPS pada H-1.

"Ada 11 petugas penyelenggara pemilu yang sakit dan kini menjalani perawatan di Puskesmas, rumah sakit, dan sebagian lainnya rawat jalan," ujar Ketua KPU Daerah Kabupaten Jombang, Muhaimin usai membesuk anggota KPPS TPS-01 Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Mahfudi (28), yang menjalani rawat inap di RS Moedjito, Jombang, Kamis (25/4/2019) sore. Menurut dia, Mahfudi menjalani perawatan sejak Minggu (21/4/2019) karena tubuhnya lemah akibat kelelahan. Dari hasil pemeriksaan dokter, Mahfudi yang memiliki riwayat sakit typus, kambuh.

"Kita minta uluran tangan Pemkab Jombang untuk membantu pembiayaan para petugas Pemilu yang opname di Puskesmas maupun RSUD. Bagi yang meninggal kita usulkan mendapatkan uang duka," tandas Muhaimin. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon