Trump: Tidak Satu Pun Senang dengan Peluncuran Rudal Korut
Sabtu, 11 Mei 2019 | 13:51 WIB
Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan tidak ada yang senang dengan peluncuran rudal jarak pendek Korea Utara (Korut).
"Kami melihatnya secara serius sekarang. Tidak ada yang senang dengan itu (peluncuran rudal)," kata Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, Jumat (10/5/2019).
Donald Trump juga menilai kedua negara tidak siap untuk bernegosiasi mengenai penghentian program nuklir (denukrilisasi) Korut dalam waktu dekat.
Peluncuran rudal ini dianggap sebagai manuver Korut sejak pertemuan terakhir Trump dan pemimpin Korut, Kim Jong-un, pada Februari lalu di Hanoi, Vietnam, mengalami kebuntuan.
Para pejabat AS sebelumnya menyuarakan optimisme bahwa Trump dan Kim akan melakukan pertemuan ketiga agar Korut melucuti program senjata dan rudal balistiknya dengan imbalan keringanan sanksi.
Namun sejak pertemuan di Hanoi, Kim menyebut Washington bertindak dengan "itikad buruk" dan memberikan kesempatan sampai akhir tahun untuk mengubah pendekatannya.
"Kita akan lihat apa yang terjadi. Aku tahu mereka ingin bernegosiasi, mereka berbicara tentang negosiasi, tapi saya pikir mereka tidak siap bernegosiasi," ujar Donald Trump.
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, menyebut tindakan Korut sebagai "elemen protes". Berdasarkan pernyataan Kepala Staf Gabungan Seoul, Korut menembakkan apa yang tampaknya sebagai dua rudal jarak pendek pada Kamis (9/5/2019).
Peluncuran itu dilakukan dari Kusong di Provinsi Pyongan Utara dan dan meluncur ke arah timur mencapai 270 dan 420 kilometer melintasi Korut. Ini aksi kedua Korut dalam waktu kurang dari seminggu setelah tidak melakukan peluncuran rudal sejak November 2017.
Peluncuran rudal Korut hari Kamis lalu hanya beberapa jam setelah Utusan Khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun, tiba di Seoul dalam rangka pembicaraan dengan para pejabat Korsel. Ini kunjungan pertamanya sejak pertemuan Hanoi.
Surat kabar Korut Rodong Sinmun, yang merupak corong partai penguasa, menempatkan seluruh halaman depan dan setengah halaman kedua untuk berita peluncuran dengan menampilkan 16 gambar. Salah satunya adalah Kim menonton peluncuran daritempat berlindung yang disamarkan.
"Itu adalah latihan serangan jarak jauh," sebut kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), tanpa memberikan detil senjata yang ditembakkan dan menghindari pemakaian kata "rudal, roket, atau proyektil".
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




