Moeldoko Bantah Kematian Petugas Pemilu Akibat Diracun

Selasa, 14 Mei 2019 | 17:40 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko (Beritasatu TV)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah mengklaim tidak ada kematian yang tidak wajar yang dialami oleh petugas pemilu yang bertugas pada 17 April 2019.

Seperti diketahui, beredar informasi di media sosial bahwa sejumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal karena diracun.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menegaskan, penyebab meninggalnya para petugas selama penyelenggaraan pemilu bukan karena diracun. Para petugas pemilu tersebut dilaporkan meninggal karena masalah kesehatan.

"Tidak ada kematian yang seperti diberitakan, ada kematian yang tidak wajar dicurigai ada racun, tetek bengek ini sebuah pernyataan yang sesat, jadi tidak ada yang seperti itu," tegas Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Pernyataan itu disampaikan oleh Moeldoko setelah rapat bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum Arif Rahman Hakim dan perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Moeldoko meminta agar masyarakat tak membuat pernyataan-pernyataan yang membuat suasana pascapemilu semakin kisruh dan bisa mengganggu pikiran keluarga korban.

"Jangan mengganggu psikologi dan pikiran keluarga korban. Sekali lagi tidak ada upaya yang macam-macam dari pemerintah, saya pastikan, saya jamin," ucap Moeldoko.

Moeldoko juga meminta agar kasus meninggalnya para petugas pemilu ini tak dibawa ke ranah politik.

Pada kesempatan yang sama, Nila Moeloek menyatakan data menunjukkan jumlah anggota KPPS yang meninggal sebanyak 485 orang dan sakit 10.997 orang dalam penyelenggaraan Pemilu 17 April 2019.

Nila menyatakan pihaknya telah meminta dinas kesehatan di seluruh Indonesia untuk melakukan audit medis kematian yang terjadi di rumah sakit.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon