Pemain Terbaik Jerman Tak Hanya Mesut Oezil
Sabtu, 23 Juni 2012 | 06:53 WIB
Banyak orang memilih Oezil, sementara yang lain punya pilihan berbeda, yang intinya mengakui ada banyak pemain bagus di tim Jerman.
Dalam laga kontra Yunani di perempat final Euro 2012 yang berakhir dengan 4-2 untuk kemenangan Jerman, banyak orang menilai Mesut Oezil pantas disebut sebagai pemain yang tampil terbaik alias "man of the match". Dua assist-nya (untuk gol Philipp Lahm dan Miroslav Klose) di laga kali ini disebut sebagai elemen penting.
Dalam salah satu voting di situs UEFA, Oezil sendiri menjadi yang tertinggi yang kerap dipilih pemirsa dari menit ke menit pertandingan. Demikian juga dengan review pasca-pertandingan di berbagai kanal atau situs olahraga. Tapi, Jerman tidak hanya Oezil sebagai pemain bintang satu-satunya, dan itu pun tampaknya menjadi pandangan banyak orang lainnya.
Akun Twitter FIFA.com yang coba melontarkan "siapa kira-kira pemain yang tampil terbaik di laga Jerman vs Yunani ini", tak lama seusai laga, mendapatkan sejumlah jawaban berbeda dari para follower-nya. "Mesut Ozil. Mengirim lebih dari 110 operan, berhasil 93% di antaranya. Membuat assist untuk dua gol. Apa lagi yang bisa ia lakukan? Jelas yang terbaik," tulis salah seorang atas nama Ali Al Melahi.
"Oezil mungkin saja jadi Man of The Match (MOTM), tapi saya memilih Khedira. Dia bisa disebut ada di mana-mana, menciptakan peluang demi peluang bagi rekannya untuk diselesaikan," respon pemilik akun atas nama FR Damayanti pula.
"Reus. Di luar beberapa tembakan gagalnya di bagian awal pertandingan, dia tampil positif dan (akhirnya) mencetak gol. Punya kecepatan, daya jangkau dan kemampaun teknis. Impresif," ungkap yang lainnya lagi. Sementara, yang lain lagi memilih Lahm, dengan alasan sang kapten itulah yang membuka kemenangan Jerman, lewat gol yang luar biasa, selain kerap mampu mengubah arah serangan timnya.
Castrol EDGE Index di situs UEFA pun lantas mengeluarkan hasil resmi penilaian terhadap pemain yang disebut terbaik. Sami Khedira dinilai teratas dengan (poin) 9,95, yang disusul kemudian oleh Klose dan Bastian Schweinsteiger. Di antara alasan tim Castrol adalah bahwa Khedira mampu tampil sebagai penyuplai bola andalan bagi rekannya Oezil yang jadi playmaker, dengan setidaknya 18 operan matang.
"Khedira (juga) tampil akurat, menuntaskan semua operan pendeknya, dan 70 dari 78 total operannya, yang membuat rata-rata keberhasilannya (menjadi) 90%," tulis mereka. "(Tapi) tidak hanya tingkat distribusinya yang tertinggi, dia (Khedira) juga ancaman bagi gawang lawan, hanya satu kali di luar target dari empat tendangan, dan (nyatanya) mencetak gol kedua bagi timnya," lanjut tulisan itu.
Dalam laga kontra Yunani di perempat final Euro 2012 yang berakhir dengan 4-2 untuk kemenangan Jerman, banyak orang menilai Mesut Oezil pantas disebut sebagai pemain yang tampil terbaik alias "man of the match". Dua assist-nya (untuk gol Philipp Lahm dan Miroslav Klose) di laga kali ini disebut sebagai elemen penting.
Dalam salah satu voting di situs UEFA, Oezil sendiri menjadi yang tertinggi yang kerap dipilih pemirsa dari menit ke menit pertandingan. Demikian juga dengan review pasca-pertandingan di berbagai kanal atau situs olahraga. Tapi, Jerman tidak hanya Oezil sebagai pemain bintang satu-satunya, dan itu pun tampaknya menjadi pandangan banyak orang lainnya.
Akun Twitter FIFA.com yang coba melontarkan "siapa kira-kira pemain yang tampil terbaik di laga Jerman vs Yunani ini", tak lama seusai laga, mendapatkan sejumlah jawaban berbeda dari para follower-nya. "Mesut Ozil. Mengirim lebih dari 110 operan, berhasil 93% di antaranya. Membuat assist untuk dua gol. Apa lagi yang bisa ia lakukan? Jelas yang terbaik," tulis salah seorang atas nama Ali Al Melahi.
"Oezil mungkin saja jadi Man of The Match (MOTM), tapi saya memilih Khedira. Dia bisa disebut ada di mana-mana, menciptakan peluang demi peluang bagi rekannya untuk diselesaikan," respon pemilik akun atas nama FR Damayanti pula.
"Reus. Di luar beberapa tembakan gagalnya di bagian awal pertandingan, dia tampil positif dan (akhirnya) mencetak gol. Punya kecepatan, daya jangkau dan kemampaun teknis. Impresif," ungkap yang lainnya lagi. Sementara, yang lain lagi memilih Lahm, dengan alasan sang kapten itulah yang membuka kemenangan Jerman, lewat gol yang luar biasa, selain kerap mampu mengubah arah serangan timnya.
Castrol EDGE Index di situs UEFA pun lantas mengeluarkan hasil resmi penilaian terhadap pemain yang disebut terbaik. Sami Khedira dinilai teratas dengan (poin) 9,95, yang disusul kemudian oleh Klose dan Bastian Schweinsteiger. Di antara alasan tim Castrol adalah bahwa Khedira mampu tampil sebagai penyuplai bola andalan bagi rekannya Oezil yang jadi playmaker, dengan setidaknya 18 operan matang.
"Khedira (juga) tampil akurat, menuntaskan semua operan pendeknya, dan 70 dari 78 total operannya, yang membuat rata-rata keberhasilannya (menjadi) 90%," tulis mereka. "(Tapi) tidak hanya tingkat distribusinya yang tertinggi, dia (Khedira) juga ancaman bagi gawang lawan, hanya satu kali di luar target dari empat tendangan, dan (nyatanya) mencetak gol kedua bagi timnya," lanjut tulisan itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




