Pembangunan Tol Becakayu, Simpang BCP Hingga Jalan Hasibuan Ditutup‎

Rabu, 31 Juli 2019 | 08:50 WIB
MN
JS
Penulis: Mikael Niman | Editor: JAS
Jalan M Hasibuan,? mulai dari simpang Presdo hingga simpang BCP, Bekasi Selatan, ditutup untuk memberi ruang pengerjaan Tol Becakayu, Rabu (31/7/2019) siang.
Jalan M Hasibuan,? mulai dari simpang Presdo hingga simpang BCP, Bekasi Selatan, ditutup untuk memberi ruang pengerjaan Tol Becakayu, Rabu (31/7/2019) siang. (Beritasatu Photo/Mikael Niman)

Bekasi, Beritasatu.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi melakukan rekayasa lalu lintas ‎dengan penutupan jalan mulai dari simpang Presdo (Bendung Kali Bekasi) hingga simpang Bekasi Cyber Park (BCP). Praktis, Jalan M Hasibuan yang biasa dilintasi dari Bendung Presdo menuju KH Noer Ali ditutup sejak Rabu (31/7/2019) mulai pukul 13.00 WIB.

"Penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas karena pembangunan Tol Becakayu, sudah memasuki wilayah tersebut," ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota‎ Bekasi, Johan Budi, Rabu (31/7/2019).

Dengan penutupan jalan ini, pengendara dari Jalan M Hasibuan, saat melintas di simpang Presdo, tidak dapat langsung menuju ke Jalan KH Noer Ali melalui simpang BCP. Pengendara akan diarahkan petugas menuju ke Jalan Letjen Sarbini. Kemudian, pengendara menyusuri Jalan Letjen Sarbini, Jalan Pengairan samping Giant Hypermart lalu belok kiri melalui Jalan Ahmad Yani hingga menuju u-turn (putaran) di kolong jembatan samping Tol Jakarta-Cikampek.

Pengendara kembali melintasi Jalan Ahmad Yani menuju simpang BCP, lalu belok kiri menuju ke Jalan KH Noer Ali sisi Selatan. Selanjutnya, pengendara dapat melanjutkan perjalanan menuju ke perbatasan Kota Bekasi-Jakarta Timur.

Namun dari arah sebaliknya, pengendara yang melintas dari Jalan KH Noer Ali menuju Jalan M Hasibuan, hingga ke perbatasan Kota Bekasi-Kabupaten Bekasi, petugas Dishub tidak melakukan rekayasa lalu lintas. Pengendara tetap bisa melintas di Jalan M Hasibuan. Petugas Dishub hanya menututp Jalan M Hasibuan satu sisi (satu arah).

Lebih lanjut‎ Kepala Seksi Pengendali Operasional Dishub Kota Bekasi, Bambang N Putra, mengatakan, di Jalan Pengairan dekat dekat BKPM Pos Polisi, dijadikan pangkalan angkot mikrobus (Elf). Pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus angkot mikrobus untuk memindahkan titik pangkalan.

"Kemarin kita telah rapat bersama pengurus, mulai siang ini, Elf akan pindah, tak lagi berada di Jalan Pengairan, samping Giant. Jadi, tak menjadi persoalan lagi, saat dilakukan penutupan pada pukul 13.00 WIB nanti," ujar Bambang.

Jalan alternatif di samping Giant Hypermart, yang telah dipersiapkan Dishub Kota Bekasi saat penutupan di simpang Presdo hingga simpang BCP.

Dia menerangkan, rekayasa lalu lintas pada Opsi 2, saat pengendara melintas di Jalan Pengairan (samping Giant Hypermat), dapat langsung menuju ke Jalan KH Noer Ali, sisi Sel‎atan, tanpa harus melintasi putaran di kolong jembatan.

"Opsi ini diberlakukan apabila, terjadi kepadatan di Jalan Pengairan, atau Jalan Ahmad Yani, kami akan mengaktifkan traffic light agar pengendara bisa langsung melintas ke Jalan KH Noer Ali sisi Selatan, tanpa melalui u-turn di kolong jembatan," imbuhnya.

Semua kemungkinan, kata dia, telah dipersiapkan Dishub Kota Bekasi bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestro Bekasi Kota untuk mengurai kepadatan lalu lintas jika terjadi kepadatan saat pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut.

Jalan Letjen Sarbini menuju Jalan Pengairan diberlakukan satu arah. Penghuni Komplek Pengairan Lama dan warga sekitar, diminta untuk memutar apabila ingin menuju ke Bulan-bulan.

"Akan diberlakukan satu arah, jadi warga harus memutar apabila ingin menuju ke Stasiun Bekasi, Polres, Alun-alun, dan sebagainya," katanya.

Pihak Dishub juga telah menyiapkan jalur alternatif bila terjadi kepadatan. Berikut beberapa pilihan yang bakal diterapkan petugas Dishub Kota Bekasi yakni Opsi 1 pengendara yang melintas dari Jalan M hasibuan di ‎simpang Presdo-(belok kiri) ke jembatan Irigasi Jalan Letjen Sarbini-(belok ke kanan) Jalan Pengairan sisi Giant Hypermart-(belok kiri) Jalan Ahamad Yani - menuju putaran di kolong jembatan Ahmad Yani atau samping Tol Jakarta-Cikampek-lurus menuju simpang BCP-belok kiri-menuju Jalan KH Noer Ali sisi Selatan (Metropolitan Mall).

Lalu, Opsi 2 yakni simpang Presdo - (belok kiri) Jembatan Irigasi Jalan Letjen Sarbini - (belok ke kanan) Jalan Pengairan sisi Giant Hypermart - Simpang sisi Giant - mengaktifkan traffic lihgt agar pengendara dapat langsung menuju ke Jalan Kalimalang sisi selatan (Metropolitan Mall).

‎Johan Budi menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait penutupan simpang BCP tersebut, seperti memasang spanduk berukuran besar di beberapa simpang jalan yang akan ditutup.

Selain itu, juga dilakukan sosialiasi melalui media sosial, media massa dan media informasi lainnya. "Sudah ada ribuan pamflet untuk sosialisasi yang kita sebar, informasi melalui radio, medsos dan sebagainya," katanya.

Lebih lanjut Johan Budi mengatakan, penerapan rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk selamanya. "Penerapan rekayasa lalu lintas ini untuk seterusnya, hingga Tol Becakayu beroperasi," paparnya.

"Jalan Letjen Sarbini dijadikan jalan utama. Kami perkirakan, dalam seminggu ini akan terjadi kepadatan di simpang Presdo, tetapi selanjutnya, berdasarkan pengalaman manajemen lalu lintas, para pengendara akan mencari alternatif jalan lain sehingga kepadatan dapat berkurang," imbuhnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon