BSSN Minta Masyarakat Papua Tak mudah Termakan Hoax

Jumat, 30 Agustus 2019 | 13:04 WIB
YS
WM
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: WM
Api membakar sebuah bangunan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019).
Api membakar sebuah bangunan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019). (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian meminta kepada seluruh masyarakat, terutama masyarakat di Papua, untuk tidak mudah termakan isu-isu atau berita bohong terkait kondisi yang terjadi di Papua.

Saat ini, diakui Hinsa, sudah ada cukup banyak berita bohong atau hoax yang sengaja disebarkan pihak-pihak tertentu terkait kondisi di Papua. Apalagi, belakangan ini isu-isu tersebut didukung oleh pemberitaan yang belum tentu benar yang justru dikeluarkan oleh media-media asing.

"Saya yakin saudara-saudara kita di Papua cinta damai. Kita imbau supaya isu-isu itu tidak mudah terpengaruh," kata Hinsa Siburian ketika dijumpai di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemko Polhukam), Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Dirinya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Papua agar benar-benar dapat mencerna segala informasi yang didapatkan. Jika tidak, maka masyarakat akan semakin terjebak dalam pemikiran-pemikiran yang menyesatkan.

"Berita-berita bohong, berita hoax karena di era ini kan salah informasi media kalau tidak dicerna dengan baik menimbulkan sesuatu yang tidak baik," ucap Hinsa.

Menurutnya, berita hoax yang tersebar di dunia maya bisa datang dari negara mana saja. Bahkan, pelakunya pun bisa saja perorangan maupun kelompok yang tentunya memiliki tujuan agar kondisi di Papua terus memanas.

"Jadi kembali ke kita jangan mudah terpengaruh. Itu gak bisa kita menyebutkan itu (negara). Dunia siber bisa darimana saja, pelakunya bisa perorangan bisa kelompok. Kita tidak boleh langsung menuduh," ujar Hinsa.

Seperti diketahui, pasca kejadian yang menimpa mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, kondisi sejumlah kota di Papua terus memanas. Kondisi itu disebut-sebut sebagian besar dipengaruhi oleh maraknya berita bohong.

Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Informasi dan Komunikasi sempat membatasi akses data seluler di Papua. Langkah tersebut terpaksa dilakukan untuk mencegah maraknya peredaran informasi menyesatkan yang diterima masyarakat Papua.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon