Gubernur Minta Mahasiswa Papua Berhenti Teriak Referendum
Selasa, 24 September 2019 | 14:54 WIB
Jayapura, Papua - Gubernur Papua, Lukas Enembe hari Senin (23/9/2019) angkat bicara menyikapi aksi penyerangan mahasiswa Papua terhadap aparat gabungan TNI-Polri di Kota Jayapura dan unjuk rasa di Wamena yang berujung pembakaran perkantoran dan sejumlah fasilitas umum.
Kepada wartawan di Kota Jayapura, gubernur dengan tegas meminta meminta agar aksi mahasiswa yang dilakukan dalam satu bulan terakhir segera dihentikan.
Ratusan Pendemo Diamankan di Mako Brimob Polda Papua
"Saya minta kepada semua mahasiswa di Papua menghentikan semua bentuk kejahatan yang dilakukan, jangan adalagi aksi yang menganggu ketertiban masyarakat Papua," kata Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada wartawan di Gedung Negara Kota Jayapura, Senin (23/9/2019) sore.
Menurut gubernur, mahasiswa yang kembali ke Papua dari berbagai kota studi membawa dampak negatif karena memprovokasi mahasiswa di Papua untuk melakukan aksi unjuk rasa anarkistis, serta pembakaran kantor pemerintah dan fasilitas umum.
"Bagi mahasiswa yang dari luar Papua segera kembali ke kota studi, pemerintah siapkan transportasi untuk kembali ke kota studi. Jangan datang ke sini untuk mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat Papua dengan jargon-jargon tertentu," tegasnya.
Demo Anarkistis, Dandim Wamena: 17 Orang Meninggal
Gubernur meminta kepada mahasiswa Papua untuk menghentikan aksi demo dan meneriakan referendum bagi Papua. "Saya minta jangan lagi melakukan aktivitas yang menggangu stabilitas keamanan di Papua dan jangan lagi ada teriakan untuk referendum," katanya.
Selain itu, gubernur meminta aparat keamanan untuk menindak dengan tegas apabila mahasiswa melakukan aktivitas yang mengganggu pemerintahan, termasuk pembakaran maupun pemblokiran ruas jalan pemerintah, serta meneriakan referendum.
"Kalau ada yang menganggu aktivitas pemerintah dan ketertiban masyarakat papua, aparat harus menindak tegas, jangan dibiarkan sampai ada korban lagi. Saya dengan tegas meminta semua aksi ini dihentikan," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




