Gubernur Lemhannas Berharap Polisi dan TNI Tidak Mudah Diadu Domba
Kamis, 26 September 2019 | 17:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Agus Widjojo mengingatkan kepada petugas kepolisian dan TNI agar jangan sampai mudah dibenturkan dalam menangani aksi unjuk rasa yang belakangan ini terjadi di sejumlah tempat.
"Saya mempunyai harapan, TNI dan Polri jangan mudah dibenturkan melalui provokasi apa pun. TNI dan Polri merupakan alat negara yang bertugas untuk kepentingan yang sama, yaitu kepentingan negara," kata Agus Widjojo sesaat setelah membuka Geopolitical Forum lIl/2019: From World Disarray Toward a New Normal di Jakarta, Kamis (26/9/2019).
Dalam kesempatan itu, Agus juga mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak langsung percaya atas apa yang beredar di media sosial. Bahkan, Agus pun mengaku menemukan berbagai informasi yang merupakan pengulangan peristiwa lampau.
"Jadi, jangan mudah diprovokasi, dibenturkan, satu sama lain. Saya juga tidak percaya bahwa di antara aparat mudah dibenturkan. Cek dulu, itu bohong atau tidak. Saya menemukan di WA juga, broadcast yang merupakan pengulangan dari kejadian di masa lalu," ujarnya.
Ditegaskan Agus, baik itu kepolisian maupun TNI memiliki tugas dan peran masing-masing dalam upaya menciptakan kestabilan. Jangan sampai di masyarakat muncul persepsi bahwa hanya TNI yang didengar ketika membubarkan aksi massa.
"Semua sama. Aparat keamanan semua sama mempunyai tugas dan perang masing-masing sesuai konstitusi. Jangan pilih-pilih dan saya percaya juga, sesama aparat keamanan negara tidak mudah diadu domba. Setiap upaya adu domba selalu merugikan kepentingan kita semua," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




