Tiongkok Akan Pamerkan Rudal Nuklir dalam Parade Militer

Senin, 30 September 2019 | 21:37 WIB
NW
UW
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: WIR
Presiden Tiongkok, Xi Jinping (kiri), dan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart, berjalan bersama melewati barisan pasukan militer yang memberikan salam kehormatan, saat upacara penyambutan, di Aula Besar Rakyat, di Beijing, Rabu (11/9/2019).
Presiden Tiongkok, Xi Jinping (kiri), dan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart, berjalan bersama melewati barisan pasukan militer yang memberikan salam kehormatan, saat upacara penyambutan, di Aula Besar Rakyat, di Beijing, Rabu (11/9/2019). (AFP/Mark Schiefelbein)

Beijing, Beritasatu.com- Parade militer Tiongkok yang akan digelar hari Selasa (1/9) akan menjadi pameran langka dari gudang persenjataan negara itu, termasuk kemungkinan rudal bersenjata nuklir yang bisa mencapai Amerika Serikat (AS) dalam kurun 30 menit.

Rudal Dongfeng 41 adalah satu dari serangkaian senjata baru Tiongkok yang disebut akan ditampilkan dalam parade untuk menandai perayaan 70 tahun berkuasanya Partai Komunis.

Senjata lain yang akan ditampilkan adalah drone supersonic dan robot kapal selam. Parade itu akan menyoroti ambisi Beijing untuk menegakkan klaimnya atas Taiwan, Laut China Selatan (LCS), dan beberapa wilayah sengketa lainnya, serta menantang AS sebagai kekuatan dominan di kawasan itu.

Militer Tiongkok yaitu Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) terkategori terbesar di dunia terdiri dari dua juta tentara perempuan dan laki-laki, serta memiliki nilai pengeluaran tahunan terbesar kedua setelah AS. PLA juga memilki pesawat-pesawat tempur, kapal induk pertama buatan sendiri, dan kapal selam bertenaga nuklir.

"Ada cukup banyak pengamat, termasuk militer AS, yang mengatakan ini semakin dekat dengan apa yang kita lakukan dan mereka mulai khawatir," kata Siemon Wezeman dari Institut Penelitian Internasional Perdamaian Stockholm (Sipri), Minggu (29/9).

Juru bicara Kementerian Pertahanan Mayjen Cai Zhijun mengatakan parade hari Selasa akan melibatkan 15.000 pasukan, lebih dari 160 pesawat, dan 580 perangkat militer.

"Banyak senjata baru akan ditampilkan untuk pertama kalinya," kata Cai.

Saat ditanya apakah termasuk Dongfeng 41, Cai menyatakan, "Tunggu dan lihat". Tidak ada detil yang dikeluarkan tentang Dongfeng 41, tapi Pusat untuk Studi Strategi dan Internasional (CSIS) di Washington menyebut rudal itu memiliki jangkauan terjauh di dunia yaitu 15.000 kilometer.

Kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan semakin penting bagi para pemimpin Tiongkok yang ingin mengendalikan jalur perdagangan dan perairan karena adanya klaim dari negara-negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Filipina



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon