Tiga Kelompok Ini Dituding Menjadi Dalang Kerusuhan Wamena

Senin, 7 Oktober 2019 | 19:37 WIB
FA
IC
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: CAH
Masyarakat bersama TNI dan Polri saat ini melakukan pembersihan di Pasar Woma yang hancur, Jumat, 4 Oktober 2019.
Masyarakat bersama TNI dan Polri saat ini melakukan pembersihan di Pasar Woma yang hancur, Jumat, 4 Oktober 2019. (Suara Pembaruan/Robert Isidorus)

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri menuding tiga kelompok yang paling bertanggungjawab dibalik kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua pada 23 September lalu. Polisi sudah menetapkan 13 orang menjadi tersangka.

Dalam peristiwa tragis itu ada 31 orang pendatang yang kehilangan nyawanya dan memicu gelombang aksi eksodus besar-besaran. Para pendatang kembali ke tempat asal mereka.

"Kerusuhan di Papua sudah jelas dan nyata didalangi tiga kelompok KNPB, KKB, dan ULMWP. Kita masih menduga dan mendeteksi akan ada aksi kerusuhan selanjutnya," ujar Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri Senin (7/10/2019).

KNPB adalah Komite Nasional Papua Barat yang dipimpin Agus Kossay. Lalu KKB kepanjangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata dan ULMWP adalah United Liberation Movement for West Papua.

Prajurit TNI melakukan patroli keamanan di Wamena, Papua, Senin, 30 September 2019.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti kerusuhan tersebut. "Dari 13 tersangka itu barang bukti yang diamankan ada 34 buah batu yang digunakan untuk menyerang, 1 unit motor yang terbakar, 1 unit kendaraan hi-lux, juga rekaman video. Rekaman ini kita sita sebagai bukti petunjuk. Ini yang juga diviralkan sebagai hoax," jelas Asep.

Lebih lanjut Asep menjanjikan dan menjamin keamanan warga di Wamena. Ada 6.000 personel tambahan yang sampai saat ini masih ada di Papua, termasuk Wamena karena polisi menduga masih ada aksi-aksi yang memicu kerusuhan lanjutan.

"Seluruh aparat keamanan di Papua, baik TNI dan Polri bersiaga dan memberi jaminan keamanan ke masyarakat Papua khususnya di Wamena," tambah Asep menambahkan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon