Perayan Natal di Yogya, Warga Muslim Salami Umat Katolik di Gereja
Kamis, 26 Desember 2019 | 14:50 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Jagat media sosial Twitter ramai membicarakan viralnya saudara muslim yang datang ke Gereja Katolik Santo Antonius, Kotabaru, Yogyakarta, untuk mengucapkan Selamat Natal, langsung kepada umat Katolik seusai Misa Natal, Rabu (25/12/2019) pagi.
Dalam video berdurasi 39 detik yang diunggah oleh akun @YogyakartaCity, tampak para perempuan berhijab, para lelaki bersarung lengkap dengan baju koko dan kopiah, memasuki halaman gereja dan langsung menyalami umat Katolik yang baru saja selesai misa, sambil mengucapkan "Selamat Natal". Ucapan itu pun dibalas dengan kata "Berkah Dalem" dari orang yang disalami. Tak ada keraguan di wajah mereka, meski soal ucapan Selamat Natal ini, sempat menjadi polemik dalam beriman.
"Merry Christmas, selamat natal bagi yang merayakan. Damai di bumi, damai di hati. Lokasi Gereja St Antonius Kotabaru #Jogja," tulis admin akun, yang diunggah, Rabu.
Perempuan berhijab coklat mengucapkan Selamat Natal dan menyalami satu per satu umat yang keluar pintu gereja. Sejumlah pria, dengan umur bervariasi, juga mengucapkan Selamat Natal sambil bersalaman tanpa jarak.
Beberapan akun di grup WhatsApp pun membagikan momen toleransi itu disertai pose foto bersama, antara umat muslim dan nasrani yang baru saja melangsungkan peribadatan Natal.
Belum diketahui siapa saja mereka, namun diketahui bahwa setiap tahun, Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) DIY, gencar mengabarkan perdamaian antar umat beragama.
Seperti diketahui, kasus intoleransi Yogyakarta terutama di Kabupaten Bantul sering terjadi. Sebagai City of Tolerant, masyarakat Yogyakarta seperti mendapat tantangan. Namun, video tersebut setidaknya bisa membuktikan masyarakat menghendaki hidup damai.
Sekjen FPUB DIY Thimotius Apriyanto mengungkapkan, di kawasan Kotabaru, terdapat bangunan Masjid Syuhada, Gereja Kristen HKBP, dan Gereja Katolik yang saling berdekatan. Bahkan sejak masa silam sudah disimbolkan oleh keberadaan Candi Prambanan yang Hindu berdampingan Candi Sewu yang Buddha, membayangkan suasana kehidupan beragama yang penuh toleransi.
Diakui Thimotius, merawat kebhinnekaan Indonesia merupakan salah satu tantangan utama pada era reformasi. Kemajemukan di Indonesia terancam oleh masih terus berlangsungnya diskriminasi dan kekerasan di Indonesia pasca reformasi.
Sementara Kapolda DIY Irjen Polisi Asep Suhendar yang memantau langsung jalannya pelaksanaan misa Natal 2019 bersama Forkompimda DIY di sejumlah gereja menyatakan perayaan Natal di Yogyakarta berlangsung kondusif dan aman.
Pemantauan ini dilakukan Asep Suhendar di Gereja Banteng di Kabupaten Sleman, Gereja Ganjuran di Kabupaten Bantul dan Gereja St Antonius Kota Baru di Kota Yogyakarta.
"Situasinya aman, umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah dengan tenang. Harapan kami semua dapat merayakan natal dengan damai dan melaksanakan ibadah dengan baik," ujar Asep di Gereja Kota Baru, Selasa (24/12/2019) malam.
Asep juga mengajak agar warga turut mengambil peran menjaga keamanan dan suasana damai di DIY, baik itu keamanan pribadi maupun lingkungan. "Saya juga imbau masyarakat untuk dapat mengamankan dirinya sendiri. Sehingga dari lingkungan-lingkungan jadi lebih aman karena keamanan menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




