Korban "Penembakan Film Batman"

Gadis Ini Lolos dari Maut, Lalu Terbunuh di Colorado

Sabtu, 21 Juli 2012 | 10:26 WIB
DH
B
Penulis: DPA/ Arsito Hidayatullah | Editor: B1
Jessica Redfield.
Jessica Redfield. (Akun Twitter Jessica)
Tertembak di kepala, kematian wartawati ini kian tragis, terutama karena bak kisah film Final Destination, sebulan lalu dia justru "lolos dari maut".

Siapa akan menyangka. Jessica Ghawi alias Jessica Redfield baru berusia 24 tahun; seumuran dengan James Holmes, pelaku penembakan di bioskop Century 16, Aurora, Colorado, Amerika Serikat (AS), sosok yang ternyata justru menghabisi nyawanya.

Ya, Ghawi adalah salah satu dari 12 korban tewas yang telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang setempat, akibat perbuatan gila Holmes. Gadis muda kelahiran Texas ini adalah seorang jurnalis olahraga, khususnya banyak meliput cabang hoki yang memang diminatinya, selain juga dikenal sebagai seorang blogger.

Satu kisah menarik namun tragis dari Ghawi, adalah kenyataan bahwa bulan Juni lalu dia sebenarnya justru baru saja "lolos dari maut" dalam insiden penembakan lainnya. Namun nyatanya, bak kisah film Final Destination, maut kembali mencarinya, dan kali ini dia tak bisa lolos.

Kisah sempat selamatnya Ghawi pada penembakan bulan lalu itu, terungkap dari entry terakhir di blognya sendiri. Di situ, perempuan ini menceritakan betapa beruntungnya dia bisa lolos dari kejadian tak disangka pada awal Juni, di mana seseorang melepaskan tembakan di sebuah food court di Eaton Centre Mall, di Toronto, Kanada.

Dalam tulisannya saat itu, Ghawi melukiskan bahwa sebuah firasat kuat telah mendorongnya untuk keluar dari lokasi itu, hanya selang beberapa menit sebelum si penembak melakukan aksinya. "Jika saya tidak pergi keluar, saya mungkin sudah akan berada di tengah-tengah (aksi) penembakan," tulisnya.

Firasat sama, tampaknya tak datang pada Ghawi, saat ia dengan penuh semangat datang ke mal di Aurora, bersama temannya, pada Kamis (19/7) menjelang tengah malam untuk nonton film terbaru Batman, The Dark Knight Rises. Beberapa kali di Twitter dia sempat mengungkapkan hal itu, sambil mengejek rekannya yang lain yang tidak menonton.

"Film tidak (belum) dimulai (sudah) selama 20 menit," tulis Ghawi untuk terakhir kalinya melalui Twitter, dengan tulisan huruf kapital semua, seakan menunjukkan perasaan semangat dan ketidaksabarannya, Jumat (20/7) dinihari waktu setempat.

Apa yang selanjutnya terjadi mungkin sebenarnya tak perlu dibayangkan. Tetapi saudara Jessica, Jordan Ghawi, memberikan penjelasannya pula lewat blog, berdasarkan pengakuan Brent Lowack, teman yang ikut menonton bersama sang gadis malam itu.

Menurut Jordan yang didapat dari keterangan sang teman, Lowak dan Jessica saat itu duduk di bagian tengah ruang bioskop, ketika sebuah benda dilemparkan ke arah mereka dengan bunyi mendesis. Benda itu kini diyakini sebagai semacam granat gas yang dilemparkan oleh Holmes, si tersangka pelaku penembakan.

Saat itu, masih menurut tulisan Jordan, Jessica langsung meminta Lowak untuk menelepon 911, namun tiba-tiba saja sang gadis sudah tertembak bagian kakinya. Lowak yang mendengarnya menjerit, langsung mencoba membatu gadis itu dengan lukanya, saat kemudian dia sendiri pun terkena tembakan.

"Saat masih mencoba melakukan pertolongan pertama, Brent (Lowak) menyadari Jessica tidak lagi menjerit. Dia kemudian merasa perlu menengok (muka) Jessica, dan (kemudian) melihat sebuah lubang luka di kepalanya," tulis Jordan Ghawi.

"Jessica tertembak di bagian kepalanya. Sejak detik itu, dia tak terdengar lagi menjerit," sambungnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon