Harkitnas 2020, Bangkit dalam Optimisme New Normal

Rabu, 20 Mei 2020 | 10:15 WIB
DS
DS
Penulis: Dwi Argo Santosa | Editor: DAS
Menkominfo Johnny G Plate menjadi inspektur upacara bendera virtual peringatan Harkitnas 2020.
Menkominfo Johnny G Plate menjadi inspektur upacara bendera virtual peringatan Harkitnas 2020. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2020 merupakan momentum bagi seluruh anak negeri untuk bersatu padu, bangkit, dalam optimisme normal baru atau new normal, yaitu membiasakan diri dengan cara dan pola hidup baru dan tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam amanatnya pada peringatan Hari Kebangkitan  Nasional (Harkitnas) 2020, Rabu (20/5/2020). Johnny G Plate menjadi inspektur upacara bendera virtual peringatan Harkitnas 2020 yang tahun ini bertema "Bangkit dalam Optimisme Normal Baru".

"Hari Kebangkitan Nasional ini mengingatkan kita kepada semangat untuk bergerak sebagai bangsa dengan tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan golongaan. Saat ini Ibu Pertiwi sedang memanggil kita sekalian untuk bersatu padu bangkit dalam optimisme normal baru yaitu kita harus membiasakan diri dengan cara dan pola hidup baru, tetap produktif di tengah pandemi, terbiasa menerapkan protokol kesehatan, protokol transportasi, dan protokol lainnya serta perubahan standar bekerja, belajar, maupun aktivitas lainnya," katanya.

Lebih lanjut, Johnny mengatakan, peringatan Harkitnas menjadi titik awal membangun kesadaran untuk bergerak mengatasi permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Semangat kebangkitan nasional dalam jati diri setiap warga bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan keutuhan negara dari berbagai ancaman.

Bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi situasi pandemi Covid-19. Sejumlah daerah telah menerapkan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pada saat yang sama dalam soliditas tim kerja pemerintah telah, sedang, dan akan terus menyiapkan berbagai langkah guna memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi.

Pertama, memastikan agar protokol kesehatan dijalankan sebagai pedoman penting dalam berinteraksi sosial yaitu jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker.

Kedua, memastikan kepentingan rakyat, secara khusus aspek perekonomian dan lapangan kerja. "Sebagai bangsa kita dipanggil untuk berkolaborasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar masyarakat tidak terpapar semakin luas sekaligus tidak terkapar karena dampak ekonomi dan sosial," katanya.

Ditambahkan, optimisme yang terbangun oleh geliat ekonomi nasional yang menunjukkan perkembangan menggembirakan pada awal tahun ini mesti dikoreksi. Perhatian dan alokasi pembiayaan saat ini diarahkan untuk mitigasi dalam upaya menciptakan peluang baru bagi masyarakat dalam bidang ekonomi dan sosial.

Oleh karenanya pemerintah melalui berbagai langkah kebijakan ingin memastikan bahwa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) adalah upaya bersama untuk mencegah penularan Covid-19 yang semakin luas sekaligus juga memastikan bahwa di tengah PSBB tersebut kehidupan ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan.

Menurut Johnny, Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa kedua pendekatan yaitu kesehatan dan ekonomi ditempuh sekaligus dalam tataran dan takaran prioritas yang disesuaikan dengan data empiris dan kondisi riil Indonesia.

Pemerintah tidak meninggalkan seruan para akademisi maupun para ahli. Pemerintah harus bergerak cepat namun kehati-hatian dalam memperhitungkan dampak ekonomis sosial harus berpacu dengan ganasnya Covid-19.

Pemerintah telah mengambil kebijakan dalam mengahadapi pandemi Covid-19. Pertama, menempatkan pendekatan kesehatan masyarakat sebagai yang pertama dan utama. Upaya ini ditempuh dengan cara mengendalikan Covid-19 dan mengobati pasien terpapar.

Kedua, secara umum pemerintah telah mengeluarkan tambahan-tambahan dana untuk penanganan Covid-19 yang berasal dari perubahan alokasi belanja negara 2020 dengan tekanan utama pada sektor kesehatan, perlindungan sosial masyarakat agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli masyarakat, memperkuat jaring pengaman ekonomi dan sosial antara lain berupa dukungan fiskal untuk UMKM serta ultra mikro agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerja, serta dukungan APBN untuk pemulihan ekonimi nasional.

"Kondisi pandemi terjadi saat umat Muslim sedang menunaikan ibadah suci bulan Ramadan dan beberapa hari lagi merayakan Idulfitri 1441 H. Kiranya benang merah antara ibadah puasa dan lebaran juga sejalan dengan semangat melawan Covid-19 yaitu merefleksikan diri, menempa raga, membersihkan diri, dan akhirnya mencapai kemenangan," katanya.

Makna lain dari kebangkitan nasional di tengah pandemi adalah dorongan percepatan dan transformasi memasuki era digital menuju masyarakat digital.

"Mari kita manfaatkan ruang digital kita secara tepat dan bijak. Katakan tidak pada hoaks dan berbagai penyalahgunaan ruang digital yang mecederai semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Isilah degan hal bermanfaat untuk kemajuan kita bersama, kemajuan ekonomi nasional kita, secara khusus ekonomi digital yang terus brkembang," katanya.

Johnny mengajak bergotong royong, menumuhkan  sikap solidaritas dan prinsip subsidiaritas pada mereka yang mebutuhkan.

"Selamat memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2020. Kita optimistis akan keluar sebagai bangsa pemenang. Menang dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sekaligus menang dalam memulihkan kondisi sosial ekonomi untuk pencapaian Indonesia maju," kata Johnny.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon