Alasan Perempuan Bisa Hidup Lebih Lama dari Lelaki
Sabtu, 4 Agustus 2012 | 07:59 WIB
Mutasi DNA banyak mempengaruhi lamanya hidup lelaki, tapi tidak pada perempuan.
Para ilmuwan telah berhasil mengungkap misteri mengapa perempuan bisa hidup lebih lama dari laki-laki.
Para peneliti dari Monash University menemukan, bahwa mutasi pada DNA atau asam deoksiribonukleat mitokondria dapat menjelaskan perbedaan dalam hal harapan hidup lelaki dan perempuan.
Mitokondria, yang ada di hampir semua sel hewan, sangat penting untuk hidup karena mereka mengubah makanan menjadi energi yang merupakan kekuatan tubuh.
Penelitian ini menemukan perbedaan dalam umur yang panjang dan penuaan biologis seluruh lalat jantan dan betina yang membawa mitokondria dari asal yang berbeda.
Mereka menemukan, bahwa variasi genetik di mitokondria ini adalah prediktor yang dapat diandalkan harapan hidup pada laki-laki, tapi tidak pada perempuan.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr Damian Dowling dan mahasiswa PhD, Florencia Camus, baik dari Sekolah Monash of Biological Sciences, bekerja dengan Dr David Clancy dari Lancaster University.
Dowling mengatakan, hasil menunjukkan mutasi dalam mitokondria DNA banyak yang mempengaruhi bagaimana lamanya hidup laki-laki dan kecepatan usianya.
"Menariknya, mutasi ini tidak memiliki efek yang sama pada pola penuaan pada perempuan. Mutasi tersebut hanya mempengaruhi laki-laki," kata Dowling dalam sebuah pernyataan.
"Semua hewan memiliki mitokondria, dan kecenderungan untuk perempuan dengan laki-laki hidup lebih lama adalah umum untuk spesies yang berbeda. Hasil penelitian kami menunjukkan, bahwa mutasi mitokondria yang telah kami ungkap umumnya akan menyebabkan penuaan lebih cepat laki-laki di seluruh kerajaan hewan," kata Dowling.
Tak hanya itu, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan, bahwa mitokondria adalah hotspot untuk mutasi yang mempengaruhi kesehatan laki-laki. "apa yang sekarang sedang kita lakukan sekarang adalah menyelidiki mekanisme genetik laki-laki yang mungkin mempersenjatai diri dengan meniadakan dampak dari mutasi membahayakan dan tetap sehat," kata Dowling.
Studi ini dipublikasikan di jurnal Current Biology.
Para ilmuwan telah berhasil mengungkap misteri mengapa perempuan bisa hidup lebih lama dari laki-laki.
Para peneliti dari Monash University menemukan, bahwa mutasi pada DNA atau asam deoksiribonukleat mitokondria dapat menjelaskan perbedaan dalam hal harapan hidup lelaki dan perempuan.
Mitokondria, yang ada di hampir semua sel hewan, sangat penting untuk hidup karena mereka mengubah makanan menjadi energi yang merupakan kekuatan tubuh.
Penelitian ini menemukan perbedaan dalam umur yang panjang dan penuaan biologis seluruh lalat jantan dan betina yang membawa mitokondria dari asal yang berbeda.
Mereka menemukan, bahwa variasi genetik di mitokondria ini adalah prediktor yang dapat diandalkan harapan hidup pada laki-laki, tapi tidak pada perempuan.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr Damian Dowling dan mahasiswa PhD, Florencia Camus, baik dari Sekolah Monash of Biological Sciences, bekerja dengan Dr David Clancy dari Lancaster University.
Dowling mengatakan, hasil menunjukkan mutasi dalam mitokondria DNA banyak yang mempengaruhi bagaimana lamanya hidup laki-laki dan kecepatan usianya.
"Menariknya, mutasi ini tidak memiliki efek yang sama pada pola penuaan pada perempuan. Mutasi tersebut hanya mempengaruhi laki-laki," kata Dowling dalam sebuah pernyataan.
"Semua hewan memiliki mitokondria, dan kecenderungan untuk perempuan dengan laki-laki hidup lebih lama adalah umum untuk spesies yang berbeda. Hasil penelitian kami menunjukkan, bahwa mutasi mitokondria yang telah kami ungkap umumnya akan menyebabkan penuaan lebih cepat laki-laki di seluruh kerajaan hewan," kata Dowling.
Tak hanya itu, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan, bahwa mitokondria adalah hotspot untuk mutasi yang mempengaruhi kesehatan laki-laki. "apa yang sekarang sedang kita lakukan sekarang adalah menyelidiki mekanisme genetik laki-laki yang mungkin mempersenjatai diri dengan meniadakan dampak dari mutasi membahayakan dan tetap sehat," kata Dowling.
Studi ini dipublikasikan di jurnal Current Biology.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




