Media Jangan Lagi Beritakan Kasus SMU Don Bosco

Selasa, 7 Agustus 2012 | 18:54 WIB
BH
WP
Dilakukan perdamaian antara korban dan pelaku. Kasus ini selesai dengan baik.

Kasus perpeloncoan SMU Don Bosco berujung damai. Kedua belah pihak korban dan pelaku sepakat menyelesaikan kasus dengan pendidikan, bukan jalur hukum.

"Dilakukan perdamaian di antara pihak korban dan pelaku. Kasus ini selesai dengan baik," ujar Geraldus, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMU Don Bosco Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Geraldus mengatakan, kedua belah pihak sepakat mencabut laporan polisi dan memilih penyelesaian kasus dilakukan melalui pendidikan, bukan jalur hukum.

"Artinya kasus atau peristiwa ini sudah berhenti mulai hari ini. Semua sepakat berdamai," kata Geraldus.

Manager Pendidikan SMA Don Bosco Pondok Indah, Ibnoe Markatab, meminta media massa tak lagi memberitakan kasus bullying di SMA Don Bosco.

"Saya mohon berita peristiwa ini ditutup, sebab hal ini menunjukkan peristiwa yang tidak baik, stop bullying," kata Ibnoe.

Berikut beberapa butir pernyataan deklarasi damai korban dan pelaku perpeloncoan SMU Don Bosco:

* Korban pihak pertama, pelaku pihak kedua.
- Pihak kedua menyampaikan permohonan maaf secara formal kepada pihak pertama dihadapan seluruh warga Don Bosco, disaksikan orang tua kedua belah pihak dan sekolah. Mereka menyesali perbuatannya.

- Pihak kedua berjanji tak akan mengulangi lagi perbuatannya, menyuruh atau mempengaruhi orang lain melakukan perbuatan serupa. Kalau melanggar maka polisi dapat melakukan penahanan.

- Pihak kedua dapat mengikuti kembali kegiatan belajar, setelah mendapat rekomendasi dari tenaga ahli psikologi.

- Pihak pertama bersedia mencabut laporan polisi yang ada di Polres Metro Jakarta Selatan dan akan mengupayakan serta mendukung kepolisian mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon