Pendukung Negara Khilafah Manfaatkan Pandemi Covid-19

Selasa, 21 Juli 2020 | 21:22 WIB
YS
WM
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: WM
Alissa Wahid.
Alissa Wahid. (Antara/Andreas Fitri Atmoko)


Jakarta, Beritasatu.com - Akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, hampir seluruh negara merasakan dampak kesulitan ekonomi. Pemerintah pun terus melakukan berbagai upaya untuk menghentikan penyebaran pandemi Covid-19.

Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid menilai, pandemi Covid-19 di Indonesia telah dimanfaatkan kelompok penganut ideologi khilafah untuk terus menyudutkan pemerintah. Tujuannya, agar wacana mendirikan negara khilafah mendapat dukungan oleh masyarakat dengan terus mendelegitimasi pemerintah.

"Khilafah dan Corona, apa hubungannya? Pandemi justru menjadi bahan bakar untuk memperkuat ideologi-ideologi (khilafah) yang ditawarkan," kata Alissa Wahid, dalam Seminar Nasional Lemhannas PPRA LX "Nasionalisme di Tengah Tantangan Pandemi COVID-19 dalam Menyongsong Indonesia Emas", di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Dirinya pun mengakui turut memantau perkembangan terkait penyebaran ideologi khilafah di Indonesia. Di sejumlah media sosial (medsos), beredar narasi kegagalan pemerintah dalam mengantisipasi pandemi dan ada seruan untuk segera mendirikan negara khilafah sebagai jalan keluar.

Akibat narasi-narasi tersebut, di Indonesia sendiri kini semakin luntur semangat Pancasila dan bertoleransi. Di banyak kesempatan, kelompok-kelompok tersebut pun muncul secara terbuka melalui aksi demonstrasi.

"Pancasila adalah dasar negara yang mempertemukan paham nasionalisme dan agamis sehingga tidak ada tempat bagi pihak-pihak lain. Seharusnya watak praktik beragama di Indonesia ada komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan dan ramah tradisi," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon