Indonesia Harus Memiliki Kedaulatan Vaksin
Selasa, 21 Juli 2020 | 21:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan, saat ini jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah.
Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio mengakui, saat ini seluruh masyarakat Indonesia tengah menghadapi musuh yang tidak kelihatan dengan menyebarnya Covid-19. Namun demikian, dengan adanya pandemi, masyarakat jangan sampai menyerah, apalagi menjadi tidak produktif.
"Kita memang sedang menghadapi musuh yang tidak kelihatan. Kita sudah bertekad bahwa kita harus mampu hidup berdampingan dengan virus. Aktivitas kita tidak boleh berhenti karena virus, harus terus produktif," kata Amin Soebandrio, dalam Seminar Nasional Lemhannas PPRA LX "Nasionalisme di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19 dalam Menyongsong Indonesia Emas", di Jakarta, Selasa (21/7/2020).
Menurutnya, jika ingin hidup seperti sediakala, maka masyarakat Indonesia tentunya sangat membutuhkan vaksin Covid-19. Indonesia pun diingatkan agar mampu memiliki kedaulatan vaksin.
"Kenapa kita harus memiliki kedaulatan vaksin, sama seperti kita harus memiliki kedaulatan negara. Karena jumlah penduduk kita banyak, 260 juta orang. Untuk mendapat perlindungan yang memadai, harus dipastikan 70 persen kebal virus melalui vaksinasi," ujarnya.
Dalam perhitungan kasarnya, jika 70 persen penduduk Indonesia harus divaksin, maka harus tersedia sekitar 175 juta vaksin. Jika satu orang butuh dua kali melakukan vaksin untuk corona, maka dibutuhkan sekitar 350 juta vaksin.
Sekian banyak kebutuhan tersebut tentunya tidak bisa digantungkan kepada negara-negara lain, yang tentunya juga membutuhkan ketersediaan vaksin yang sama. Mengingat, pandemi Covid-19 menghantam seluruh negara di dunia.
"Belum lagi suplai dunia belum tentu mencukupi. Kita harus mampu dan punya kapasitas punya vaksin sendiri. Perusahan indonesia seharusnya sudah mampu menghasilkan 350 juta vaksin," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




