Ini Kendala dalam Proses Pemadaman Api di Gedung Kejagung

Senin, 24 Agustus 2020 | 05:08 WIB
YP
WP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WBP
Api membakar gedung Kejaksaan Agung di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020.
Api membakar gedung Kejaksaan Agung di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Satriadi Gunawan mengungkapkan kendala yang dihadapi para petugas dalam memadamkan api yang melahap 6 lantai Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) Jalan Sultan Hasanudin Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/8/2020) malam hingga Minggu (23/8/2020) pagi.

Kendala tersebut membuat proses pemadaman, dan pendinginan setiap lantai hingga dinyatakan tuntas memakan waktu 22 jam, dari awal kebakaran Sabtu (22/8/2020) pukul 19.10 WIB hingga Minggu pukul 17.28 WIB.

Kendala pertama, kata Satriadi, adalah kondisi gedung Kejagung begitu luas. Apalagi antara lantai 1 sampai 6 terkoneksi satu sama lain sehingga api mudah menjalar. "Luas gedung yang memang menjadi tantangan dan memang kondisi pada saat itu sudah rambatan, bahkan sudah menjalar ke bangunan-bangunan dalam gedung. Penanganan gedung yang luas, perlu penanganan yang ekstra," ujar Satriadi saat dihubungi, Minggu (23/8/2020).

Kendala kedua, kata Satriadi, banyak bahan material di gedung Kejagung yang mudah terbakar. Bahan tersebut antara lain kayu dan kertas dokumen. Hal ini juga menjadi penyebab api merambah dengan cepat dari satu lantai ke lantai yang lain. "Bahan material yang mudah terbakar, banyak juga kertas-kertas, dokumen-dokumen itu juga menjadi potensi perambahan (yang cepat)," terang dia.

Senada dengan Satriadi, Humas Dinas Gulkarmat DKI Mulat Wijayanto juga menilai bahan-bahan mudah terbakar yang membuat pihaknya terhambat dalam proses pemadaman kebakaran tersebut. Menurut dia, api merambah begitu cepat karena adanya ATK (peralatan-peralatan kantor), plafon dan kabel.

Selain itu, kata Mulat, suplai air kurang di sekitar gedung Kejagung, sementara perambahan apinya begitu cepat. Akhirnya, timnya mengerahkan 65 unit mobil pemadam kebakaran untuk mengambil dan menyuplai air. "Jadi, kendali kita di lapangan juga saat itu adalah suplai air yang kurang sementara apinya menjalar begitu cepat," pungkas Mulat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon