75 Warga Bengkulu Positif Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Senin, 24 Agustus 2020 | 18:32 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Ilustrasi penanganan pasien terinfeksi
Ilustrasi penanganan pasien terinfeksi "corona". (Antara)

Bengkulu, Beritasatu.com - Sebanyak 75 dari 289 warga Bengkulu, positif virus corona atau Cavid-19 saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri sebanyak ini tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu. Sedangkan 14 pasien Covid-19 lainnya menjalani perawatan di beberapa rumah sakit rujukan penanganan pasien virus corona di Bengkulu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Bengkulu, Senin (24/8/2020), tidak membantah hal tersebut. "Sekarang ada 289 pasien positif Covid-19 di Bengkulu, sebanyak 75 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, dan 14 pasien lagi menjalani perawatan di rumah sakit," ujarnya.

Ia mengatakan, sebagian besar pasien Covid-19 yang menjalani perawatan atau isolasi mandiri di rumah tidak memiliki penyakit penyerta, sehingga kondisi kesehatan pasien bersangkutan tidak terlalu berat.

Sebaliknya bagi pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes meletus, sesak napas, dan jantung dianjurkan mendapat perawatan intensif di rumah rujukan Covid-19 di Bengkulu, salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu.

"Kebanyakan pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah atas permintaan sendiri dan disetujui oleh Satgas Penanganan Covid-19 setempat, tapi selama dalam menjalani isolasi mandiri mereka diawasi ketat oleh Satgas Penanganan Covid-19 Bengkulu," ujarnya.

Pengawasan tersebut, dilakukan untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar menjalani isolasi mandiri di rumah, sehingga dipastikan yang bersangkutan tidak menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Selain itu, pasien Covid-10 yang menjalani isolasi mandiri di rumah mendapat merawatan medis secara intensif dari petugas kesehatan setempat, termasuk pemberian makanan dan obat-obatan kepada pasien virus corona tersebut.

Sedangkan lama isolasi mandiri manimal selama 14 hari dan jika kondisinya belum sembuh benar, maka isolasi bisa diperpanjang sesuai kebutuhan. Mereka dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani uji swab maksimal dua kali.

"Jika uji swab pertama hasilnya negatif, maka diuji sekali lagi untuk memastikan pasien ini benar-benar sudah sembuh dari Covid-19. Bila hasil uji swab kedua tetap negatif, maka pasien tersebut, sudah dinyatakan sembuh dan dibolehkan kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Sebaliknya jika hasil uji swab masih positif, maka masa isolasi mandirinya diperpanjang sesuai kebutuhan. "Yang jelas, pasien Covid-19 isolasi mandiri di rumah baru boleh beraktivitas kembali setelah mereka benar-benar sehat dan bebas virus corona dengan dibukti hasil uji swab sebanyak 2 kali negatif," ujarnya.

Demikian pula bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan bila diyatakan sembuh apabila hasil uji swab sebanyak 2 kali dalam keadaan negatif.

"Jika semuanya sudah dinyatakan sehat diperbolehkan kembali ke rumah. Jadi, pengawasan terhadap pasien Covid-19 sangat ketat, termasuk pasien menjalani isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

Data Satgas Penanganan Covid-19 di Bengkulu menyebutkan, sampai saat ini jumlah pasien virus corona tercatat sebanyak 289 orang, sebanyak 176 orang dinyatakan sehat dan 24 orang meninggal dunia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon