Dirjen Dikti: Pandemi Jadi Lompatan untuk Bangun Ekosistem Reka Cipta

Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:43 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam (kedua kanan), menghadiri penandatanganan nota kesepahaman bersama Persatuan Insinyur Indonesia dan Kadin DKI Jakarta, di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (25/8/2020).
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam (kedua kanan), menghadiri penandatanganan nota kesepahaman bersama Persatuan Insinyur Indonesia dan Kadin DKI Jakarta, di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (25/8/2020). (Suara Pembaruan/Maria Fatima Bona)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam mengatakan, situasi pandemi Covid-19 harus dijadikan sebagai lompatan baru menuju arah pemulihan ekonomi nasional melalui ekosistem reka cipta Indonesia.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya adalah Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Pasalnya, kolaborasi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem reka cipta di Tanah Air.

Selain itu, kolaborasi ini juga mendorong peran serta dunia industri dalam mendukung para inovator di perguruan tinggi.

"Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong pengembangan sebuah platform yang menjembatani ekosistem reka cipta. Ini merupakan salah satu cara merangkul dunia pendidikan dengan mitra industri dan organisasi profesi dalam sebuah kerja sama pentahelix," tuturnya dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama PII dan Kadin DKI Jakarta, di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Kondisi pandemi Covid-19, lanjutnya, menyadarkan pada tiga hal. Pertama, kenyataan disrupsi yang mengglobal sehingga membutuhkan adaptasi untuk bertransformasi digital.

Kedua, peningkatan penemuan reka cipta perguruan tinggi pada dua bulan terakhir selama masa pandemi Covid-19.

Ketiga, fakta bahwa disrupsi mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang untuk menciptakan reka cipta yang dirasa tidak mungkin dilakukan.

"Pembelajaran daring menjadi contoh transformasi digital di masa pandemi Covid-19," jelasnya.

Ia menyebutkan, selama ini perguruan tinggi dan industri masih berjalan sendiri-sendiri dan belum saling terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh industri, sehingga ada missing link antara pihak inovator dan investor. Namun kondisi ini mulai berbeda ketika Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Ini terbukti saat perguruan tinggi berlomba berinovasi menciptakan alat dan obat untuk menghadapi pandemi Covid-19.

"Lebih dari 1.000 inovasi berbentuk teknologi dan obat diciptakan oleh perguruan tinggi di antaranya masker 3D, robot perawat, drone, alat rapid test, ventilator, dan lain-lain. Investor turut mendukung produksi berbagai alat tersebut. Fenomena ini menjadi contoh yang selayaknya dilakukan antara inovator dan investor," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon