Persatuan Insinyur Indonesia: Tantangan Terbesar Inovasi Adalah Komersialisasi
Selasa, 25 Agustus 2020 | 22:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk membangun ekosistem reka cipta Indonesia. Tujuannya adalah untuk menghadapi pandemi Covid-19. Beberapa pihak yang diajak bekerja sama adalah Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Ketua PII, Heru Dewanto mengatakan, reka cipta sekarang telah mengalami transformasi. Dahulu banyak yang memaknai reka cipta sebagai sebuah proses yang dimulai dari science, lalu engineering, dan lahir reka cipta baru.
"Saat ini reka cipta tidak hanya dilahirkan dari konteks laboratorium, melainkan dapat lahir dan tumbuh dari aktivitas keseharian," ujarnya dalam penandatanganan nota kesepahaman bersama PII dan Kadin DKI Jakarta, di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (25/8/2020).
Heru menuturkan, inovasi menghadapi tantangan terbesar, yakni pada saat harus muncul sebagai komersialisasi. Bahkan ada istilah the valley of death atau lembah kematian yang berarti banyak sekali inovasi yang memberi nilai tambah tetapi tidak bisa bisa dikomersialisasikan.
Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik adanya inisiasi untuk mempertemukan inovator dan inventor dalam upaya melalui lembah kematian.
"Mudah-mudahan ikhtiar kita hari ini dengan mempertemukan para inovator dan investor bisa menjembatani permasalahan menuju komersialisasi," ujarnya.
Heru menyebutkan, sejauh ini PII sudah melakukan beberapa inovasi yang terkait dengan alat kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Misalnya, membuat teknologi untuk disinfektan, masker, dan ventilator dengan kualitas terbaik.
Sesditjen Dikti, Paristiyanti mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat membentuk ruang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan pendekatan pengembangan entrepreneur dalam berbagai bentuk.
"Ini merupakan respons atas transformasi digital yang tengah terjadi saat ini di berbagai bidang," ujarnya.
Selain meningkatkan kolaborasi antara peneliti dan investor, Paris menyebutkan, kerja sama ini turut mengimplementasikan kebijakan Kampus Merdeka.
"Kerja sama ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan magang di dunia industri yang bisa dilakukan antara 6 hingga 10 bulan. Hal ini mengupayakan lulusan yang relevan dengan dunia usaha sehingga membuka peluang menciptakan lulusan yang siap bekerja atau pengusaha," kata Paris.
Ketua Umum Kadin Jakarta, Diana Dewi, menyampaikan apresiasi atas gagasan Ditjen Dikti dalam membangun ekosistem reka cipta Indonesia. Hal ini sejalan dengan berbagai upaya Kadin dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 yang telah membawa perubahan sosial, khususnya bagi dunia usaha.
Diana mengatakan, pada situasi pandemi ini, dunia usaha dalam keadaan memprihatinkan. Oleh karena itu, dunia usaha dituntut untuk melakukan inovasi untuk mempertahankan eksistensi perusahaan guna menghadapi pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda akan berakhir.
"Pelaku bisnis juga harus kreatif dalam mempertahankan produk dan pelayanan menyongsong tatanan baru," ujarnya.
Diana menyebutkan, banyak perusahaan yang telah mengubah pola mereka berbisnis untuk mempertahankan konsumen mereka.
"Dengan adanya kolaborasi dengan Dirjen Dikti, kami Kadin Jakarta berharap ada sinergi yang baik antara kedua belah pihak untuk dapat lebih mengembangkan ruang ekspresi dan inovasi sesuai dengan tuntutan dan perkembangan dunia usaha saat ini," ujar Diana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




