Gembong Narkoba Bobol Lapas Tangerang, Polisi Persempit Ruang Gerak

Rabu, 30 September 2020 | 11:26 WIB
BM
WM
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: WM
Lobang yang digunakan narapidana Cai Changpan untuk kabur dari Lapas Tangerang.
Lobang yang digunakan narapidana Cai Changpan untuk kabur dari Lapas Tangerang. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi bersama Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tangerang terus memburu narapidana Cai Changpan yang kabur dengan cara menggali lubang hingga tembus gorong-gorong di luar tembok penjara. Tim gabungan mempersempit ruang gerak gembong narkotika itu, termasuk melakukan pencekalan agar tidak melarikan diri ke luar negeri.

"Itu sudah dilakukan, termasuk pencekalan paspor yang bersangkutan sudah kita koordinasikan dengan pihak

Imigrasi dilakukan pencekalan jangan sampai melarikan diri ke luar negeri," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Selasa (29/9/2020).

Dikatakan Yusri, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memblokir Kartu Tanda Penduduk (KTP) Cai Changpan

"Memang dia sudah memiliki KTP Indonesia, ini sudah kita blokir semuanya. Itu salah satu upaya kita, melakukan koordinasi dengan yang lain untuk bisa mempersempit ruang gerak dari pada si narapidana ini," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, hingga saat ini sudah ada 14 orang saksi yang dimintai keterangan terkait perkara kaburnya napi asal Tiongkok yang telah divonis hukuman mati terkait kasus penyelundupan 135 kilogram sabu-sabu itu. Di antaranya, saksi teman satu sel Cai Changpan, petugas lapas, warga sekitar, dan lainnya.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi satu sel, dia menyampaikan bahwa memang yang bersangkutan ini sudah 8 bulan dia lakukan kerja untuk mencongkel lubang tersebut, dengan panjang sekitar 30 meter, turun 2 meter sampai ke gorong-gorong sana 30 meter," katanya.

Menurut Yusri, tim gabungan sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan mencoba masuk ke dalam lubang. "Mengambil sampel orang masuk ke dalam memang muat, itu bisa memakan waktu sampai 20 menit, karena memang sangat kecil dengan panjang 30 meter," jelasnya.

Menyoal apakah ada keterlibatan oknum petugas dalam pelarian Cai Changpan, Yusri menuturkan, polisi dan pihak lapas masih mendalaminya.

"Nah itu masih kita dalami terus, kita masih lakukan pemeriksaan pada beberapa saksi-saksi lainnya yang ada, apakah ada keterkaitan, keterlibatan anggota dalam ini kita masih melakukan pemeriksaan bersama-sama tim dari lapas sendiri. Sementara tim yang bekerja di luar masih melakukan pengejaran, karena memang ada indikasi pada saat pelarian itu kan ada 11 jam baru diketahui oleh pihak lapas, dari mulai dia melarikan diri terekam di CCTV, itu 11 jam baru di ketahui oleh petugas lapas. Makanya semua kita lakukan pemeriksaan, ada tiga shift petugas di sana pada saat itu kita lakukan pemeriksaan," tegasnya.


Temui Istri dan Keluarga

Yusri mengungkapkan, Cai Changpan ternyata sempat menemui istri -warga negara Indonesia- dan keluarganya di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Kita lakukan pemeriksaan kepada istri yang bersangkutan dan keluarganya, karena memang jeda waktu dia melarikan diri sekitar 4 sampai 5 jam itu dia sudah sampai di kediamannya di daerah Tenjo, Bogor. Dia sempat mampir ke rumahnya," katanya.

Polisi juga meminta keterangan warga sekitar Lapas Tangerang, yang mengaku sempat melihat Cai Changpan ketika melarikan diri. "Melihat dia sempat membeli rokok, itu kita lakukan pemeriksaan. Ini masih kita dalami terus, tim masih melakukan pengejaran Insyaallah secepatnya kita tangkap yang bersangkutan ini. Upaya yang sudah kita lakukan, setiap malam kita anev (analisa dan evaluasi). Ini masih bergerak ada lima tim bersama-sama dari tim dari lapas, bergerak di lapangan untuk melakukan pengejaran kepada yang bersangkutan," ucapnya.

Ihwal Cai Changpan membobol tahanan dengan cara menggali lubang menggunakan alat apa saja, Yusri menyebutkan ada sekop kecil, besi, obeng, pahat, dan karung.

"Dia menggunakan ada sekop, makanya ini kita masih dalami semuanya, kita masih akan pemeriksaan, termasuk alat-alat yang kita temukan di TKP itu seperti besi, obeng, pahat, karung, tanah, itu dia lakukan 8 bulan. Setiap dia menggaruk tanah dia taruh di plastik, kemudian dia buang di tong sampah di dalam, nanti ditutupi lagi," katanya.

Yusri melanjutkan, alat-alat itu diduga didapatkan yang bersangkutan di lokasi pembangunan dapur, di Lapas Tangerang.

"Saya sudah sampaikan itu alat-alat dari mana? Kan memang pada saat itu bangun dapur yang ada di sebelah dalam sel juga, itu yang diambil. Makanya kami masih lakukan pendalaman terus, termasuk ada pakaian kotor, ada pompa air, selang, kita mendalami juga kenapa yang bersangkutan bisa menghadirkan pompa air itu,"  katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon