Pak Raden: Anak Cinta Budaya Luar, Salahkan Pemimpinnya
Rabu, 29 Agustus 2012 | 12:50 WIB
"Tetap bangga jadi anak-anak Indonesia," kata Pak Raden yang berharap anak Indonesia bisa lebih cinta budaya tanah air.
Dunia anak adalah dunia yang sejatinya penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan. Soalnya, dunia anak takkan tergantikan seiring berjalannya waktu.
Hal itulah yang membuat Drs Suyudi atau yang akrab disapa Pak Raden, merasa bahwa anak-anak di Indonesia harus benar-benar menikmati masa kecil mereka dan melakukan beragam aktivitas positif. Selain itu, Pak Raden juga mengharapkan anak-anak Indonesia diajarkan kebanggaan terhadap negerinya sendiri.
Pak Raden mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri acara puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2012 yang berlangsung hari ini di Teater Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
"Tetap bangga jadi anak-anak Indonesia. Kebanggaan itu akan ada jika mereka berprestasi. Maka tumbuhkanlah prestasi mereka," ujar Pak Raden, pencipta tokoh si Unyil tersebut dengan bersemangat.
Memang, menurut Pak Raden, tidak semua anak-anak Indonesia beruntung. Ada yang hidup berkecukupan, ada pula yang tinggal dalam keluarga yang penuh keprihatinan. Namun Pak Raden berharap, mereka, para anak Indonesia, tidak patah semangat untuk belajar.
"Mereka (anak-anak Indonesia) harus dididik dengan rasa kebanggaan, dan berusaha untuk tidak putus sekolah," tutur Pak Raden.
Perihal banyaknya budaya asing seperti tokoh-tokoh kartun dan superhero asing yang lebih dikenal anak-anak Indonesia daripada tokoh pewayangan dan produk dalam negeri, Pak Raden juga mengungkapkan keprihatinannya. Ia juga menegaskan agar para pemimpin dan pendidik bertanggungjawab untuk mengatasi masalah tersebut.
"Saya sebenarnya menyayangkan, karena yang sudah dewasa tidak mendidik anak-anak untuk mencintai budayanya sendiri. Jangan salahkan anak-anak, mereka enggak tahu apa-apa. Salahkan pemimpin dan pendidik yang tidak peka terhadap masalah tersebut," tegas Pak Raden dengan nada bersemangat.
Dunia anak adalah dunia yang sejatinya penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan. Soalnya, dunia anak takkan tergantikan seiring berjalannya waktu.
Hal itulah yang membuat Drs Suyudi atau yang akrab disapa Pak Raden, merasa bahwa anak-anak di Indonesia harus benar-benar menikmati masa kecil mereka dan melakukan beragam aktivitas positif. Selain itu, Pak Raden juga mengharapkan anak-anak Indonesia diajarkan kebanggaan terhadap negerinya sendiri.
Pak Raden mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri acara puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2012 yang berlangsung hari ini di Teater Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
"Tetap bangga jadi anak-anak Indonesia. Kebanggaan itu akan ada jika mereka berprestasi. Maka tumbuhkanlah prestasi mereka," ujar Pak Raden, pencipta tokoh si Unyil tersebut dengan bersemangat.
Memang, menurut Pak Raden, tidak semua anak-anak Indonesia beruntung. Ada yang hidup berkecukupan, ada pula yang tinggal dalam keluarga yang penuh keprihatinan. Namun Pak Raden berharap, mereka, para anak Indonesia, tidak patah semangat untuk belajar.
"Mereka (anak-anak Indonesia) harus dididik dengan rasa kebanggaan, dan berusaha untuk tidak putus sekolah," tutur Pak Raden.
Perihal banyaknya budaya asing seperti tokoh-tokoh kartun dan superhero asing yang lebih dikenal anak-anak Indonesia daripada tokoh pewayangan dan produk dalam negeri, Pak Raden juga mengungkapkan keprihatinannya. Ia juga menegaskan agar para pemimpin dan pendidik bertanggungjawab untuk mengatasi masalah tersebut.
"Saya sebenarnya menyayangkan, karena yang sudah dewasa tidak mendidik anak-anak untuk mencintai budayanya sendiri. Jangan salahkan anak-anak, mereka enggak tahu apa-apa. Salahkan pemimpin dan pendidik yang tidak peka terhadap masalah tersebut," tegas Pak Raden dengan nada bersemangat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




