Demo Rusuh di Riau, Polisi Ungkap Adanya Penyusup

Senin, 12 Oktober 2020 | 14:41 WIB
FA
YD
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: YUD
Penyusup yang menggunakan jas almamater kuning dari Universitas Lancang Kuning pada demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Pekanbaru, Riau, Kamis 8 Oktober 2020.
Penyusup yang menggunakan jas almamater kuning dari Universitas Lancang Kuning pada demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Pekanbaru, Riau, Kamis 8 Oktober 2020. (dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi menyatakan bahwa demonstrasi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di Pekanbaru yang rusuh dipastikan disusupi. Ini setelah polisi menangkap seorang pelaku yang merusak mobil patroli Polantas hingga hancur pada Kamis (8/10/2020).

"Ternyata pelaku bukanlah mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) meski saat aksi menggunakan almamater yang ternyata pinjaman. Pelakunya G seorang wiraswasta. Masih kita dalami," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi kepada Beritasatu.com, Senin (12/10/2020).

Menurut Agung demo di Pekanbaru brutal hingga menyebabkan 11 anggota polisi terluka. Dimana 2 orang luka serius kena batu di mata dan kepala.

"Kita akan usut tuntas," tambah Agung.

Perusakan mobil polisi ini dilakukan massa usai dipukul mundur oleh polisi dengan mobil water canon serta tembakan gas air mata menjauh dari Gedung DPRD Riau.

Massa dipukul mundur polisi usai merobohkan pintu gerbang gedung DPRD Riau. Kericuhan berlangsung di titik aksi merembet hingga fly over Jalan Sudirman-Imam Munandar.

Massa kemudian memukul bagian-bagian mobil. Tak lama massa kemudian menggulingkan sebuah mobil Patwal Lantas setelah merusaknya di halaman Hotel Grand Tjokro.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon