Hotel Ini Menggunakan Sumber Tenaga dari Air
Jumat, 31 Agustus 2012 | 20:47 WIB
H2Otel yang berlokasi di sepanjang Sungai Amstel, adalah hotel dengan karbon netral dan bersih untuk dunia modern.
Firma arsitektur yang berbasis di Belanda, RAU dan Powerhouse Company, mengusulkan sebuah hotel mewah superefisien untuk Amsterdam yang ditenagai oleh air.
H2Otel adalah prototipe untuk bentuk hotel baru yang menggunakan air sebagai sumber utama untuk pemanasan, pendinginan, dan menghasilkan listrik.
Di saat air menjadi sumber kehidupan hotel, banyak stretegi efisiensi energi lainnya yang digunakan, termasuk desain untuk meminimalkan penggunaaan energi, seperti energi pasif, perlengkapan dan peralatan, dan sistem pengendali iklim.
Secara alami, hotel yang ada saat ini cenderung tidak efisien dalam energi karena sering memaksimalkan pemandangan dengan mengorbankan pencahayaan matahari.
Hotel umumnya juga cenderung memiliki beban pendinginan tinggi, karena kamar harus siap setiap saat untuk tamu potensial, sehingga kamar sering didinginkan, bahkan bila tidak ada tamu.
"RAU dan Powerhouse Company ingin merubah hotel menjadi lebih efisien namun tetap menyediakan pemandangan mewah dan kenyamanan suhu ruangan. H2Otel yang berlokasi di sepanjang Sungai Amstel, adalah hotel dengan karbon netral dan bersih untuk dunia modern yang memanfaatkan desain pasif surya untuk meminimalkan panas dalam ruangan," kata juru bicara arsitek, seperti dilansir Inhabitat, belum lama ini.
Susunan kreatif kayu lamellas pada fasad bangunan akan melindungi hotel dari panas berlebih, namun masih memberikan pandangan indah yang bergengsi pada hotel bertingkat tinggi ini.
Jarak antar lamellas menyebar hingga ke fasad bagian utara, memberikan lebih banyak pencahayaan dan pemandangan ke Kota Amsterdam di bawahnya.
Tepi-tepi panel kayu fasad dilapisi dengan tembaga, mencerminkan cahaya ke dalam kamar dan menciptakan 'cahaya emas' yang dikenal dari hasil lukisan para master Belanda.
Di samping fasad yang inovatif, bangunan dengan efisiensi energi tinggi ini memusatkan energi pada air dan oksihidrogen untuk menghasilkan pemanasan, pendinginan, memasak, dan menghasilkan listrik.
Selain itu, kamar-kamar juga dimonitor ketat dengan sistem iklim adaptif berbasis sensor yang dapat disesuaikan untuk mengakomodasi jumlah orang dalam ruangan.
Jika tidak ada yang hadir, pendingin udara mematikan sepenuhnya. Sistem iklim ini membantu mengurangi konsumsi energi bangunan sekitar 40%.
Selain desain hemat energi, bahan material hotel dipilih untuk ramah lingkungan dan dapat berupa bio degradable atau dapat digunakan kembali tanpa kehilangan kualitasnya.
Kayu-kayu lamellas merupakan kayu yang terbuat dari kayu lunak termal yang beri obat. Proyek tersebut telah dipamerkan di National Desain Triennial Why Design Now di Cooper Hewitt National Design Museum di New York.
Firma arsitektur yang berbasis di Belanda, RAU dan Powerhouse Company, mengusulkan sebuah hotel mewah superefisien untuk Amsterdam yang ditenagai oleh air.
H2Otel adalah prototipe untuk bentuk hotel baru yang menggunakan air sebagai sumber utama untuk pemanasan, pendinginan, dan menghasilkan listrik.
Di saat air menjadi sumber kehidupan hotel, banyak stretegi efisiensi energi lainnya yang digunakan, termasuk desain untuk meminimalkan penggunaaan energi, seperti energi pasif, perlengkapan dan peralatan, dan sistem pengendali iklim.
Secara alami, hotel yang ada saat ini cenderung tidak efisien dalam energi karena sering memaksimalkan pemandangan dengan mengorbankan pencahayaan matahari.
Hotel umumnya juga cenderung memiliki beban pendinginan tinggi, karena kamar harus siap setiap saat untuk tamu potensial, sehingga kamar sering didinginkan, bahkan bila tidak ada tamu.
"RAU dan Powerhouse Company ingin merubah hotel menjadi lebih efisien namun tetap menyediakan pemandangan mewah dan kenyamanan suhu ruangan. H2Otel yang berlokasi di sepanjang Sungai Amstel, adalah hotel dengan karbon netral dan bersih untuk dunia modern yang memanfaatkan desain pasif surya untuk meminimalkan panas dalam ruangan," kata juru bicara arsitek, seperti dilansir Inhabitat, belum lama ini.
Susunan kreatif kayu lamellas pada fasad bangunan akan melindungi hotel dari panas berlebih, namun masih memberikan pandangan indah yang bergengsi pada hotel bertingkat tinggi ini.
Jarak antar lamellas menyebar hingga ke fasad bagian utara, memberikan lebih banyak pencahayaan dan pemandangan ke Kota Amsterdam di bawahnya.
Tepi-tepi panel kayu fasad dilapisi dengan tembaga, mencerminkan cahaya ke dalam kamar dan menciptakan 'cahaya emas' yang dikenal dari hasil lukisan para master Belanda.
Di samping fasad yang inovatif, bangunan dengan efisiensi energi tinggi ini memusatkan energi pada air dan oksihidrogen untuk menghasilkan pemanasan, pendinginan, memasak, dan menghasilkan listrik.
Selain itu, kamar-kamar juga dimonitor ketat dengan sistem iklim adaptif berbasis sensor yang dapat disesuaikan untuk mengakomodasi jumlah orang dalam ruangan.
Jika tidak ada yang hadir, pendingin udara mematikan sepenuhnya. Sistem iklim ini membantu mengurangi konsumsi energi bangunan sekitar 40%.
Selain desain hemat energi, bahan material hotel dipilih untuk ramah lingkungan dan dapat berupa bio degradable atau dapat digunakan kembali tanpa kehilangan kualitasnya.
Kayu-kayu lamellas merupakan kayu yang terbuat dari kayu lunak termal yang beri obat. Proyek tersebut telah dipamerkan di National Desain Triennial Why Design Now di Cooper Hewitt National Design Museum di New York.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




