Antisipasi Krisis Pangan, PDIP Dorong Kepala Daerah Manfaatkan Lahan

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 16:38 WIB
MS
FH
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FER
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus berusaha membantu masyarakat dalam mengatasi masalah bencana banjir, longsor, dan krisis pangan, yang bisa mengancam Indonesia.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, salah satu yang dilakukan partainya meski terkesan sederhana adalah gerakan memberikan perhatian terhadap alam dan tanaman, yang salah satunya melalui gerakan menanam pohon.

"Kita membahas hal yang nampaknya sederhana. Kita membahas tentang bagaimana menanam, bagaimana menyediakan apotek hidup, bagaimana menggunakan setiap jengkal lahan tanah, tanaman yang produktif, bagaimana kita menggunakan teknologi dan ilmu terapan untuk meningkatkan produksi pangan," kata Hasto dalam workshop virtual dengan tema Gerakan Menanam dan Politik Anggaran: Kebijakan Terobosan Investasi, Sabtu (31/10/2020).

Dia menuturkan, banyak pihak yang di dunia, akibat pandemi Covid-19 ini akan menghadapi krisis pangan. "Jadi kader-kader PDIP untuk hari ini kepala daerah, wakil kepala daerah, kader-kader partai, wakil ketua bidang kebudayaan untuk semua memberikan waktu terbaiknya membahas hal yang sangat fundamental bagi keselamatan bangsa dan negara terkait dengan kecukupan pangan. Jangan abaikan persoalan lingkungan hidup," jelas Hasto.

Hasto menuturkan, ini menunjukkan wajah partai yang membumi di masyarakat. "Politik bukan sekedar berbicara kekuasaan, tetapi bagaimana praktek-praktek kehidupan politik itu," tegas dia.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan, Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma membenarkan, dengan adanya pandemi Covid-19, banyak negara yang menahan ekspor hasil makanannya, termasuk ke Indonesia. Karena itu, menurutnya berdikari dalam urusan pangan sudah harus menjadi pilihan.

Risma menjelaskan, selama menjadi Wali Kota Surabaya, sudah menerapkan apa yang disebutnya urban farming, yang di mana mengajarkan masyarakat untuk membuat kelompok tani dan menggembangkan pertanian, mengingat lahan di kota tersebut tak banyak.

Karena itu, pihaknya mencoba untuk mengolah tanah dan pemilihan benih, lakukan pendampingan. Menurut dia, di awal sudah ada 9 kampung yang bergerak dan memperoleh hasil. "Kita enggak pernah bayangkan mereka menanam padi dengan cara hidroponik. Dan ini seluruh lahan di Surabaya kita tanami," ungkap Risma.

Dia mengungkapkan, sudah banyak tanaman yang ditanam dan sudah membuat olahan makanannya. Hal ini bisa dilakukan dengan kunci kita peduli akan kebutuhan warga, dan masyarakat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon