Pilkada 2020
KPU Depok Ajak Forkopimda Awasi Produksi Surat Suara
Senin, 16 November 2020 | 17:09 WIB
Depok, Beritasatu.com - 22 hari menjelang tanggal 9 Desember, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok terus memastikan logistik Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020 tersedia. Sebanyak 1.262.051 surat suara saat ini tengah masuk proses produksi di Bandung, Jawa Barat.
Ketua KPU Depok, Nana Shobarna mengungkapkan, jumlah surat suara yang dicetak adalah sejumlah Daftar Pemilihan Tetap (DPT) yakni 1.229.362 ditambah 2,5 persen sebagai cadangan atau totalnya sejumlah 1.262.051 lembar surat suara.
"Kami mengestimasi surat suara tersebut akan masuk gudang kami diperkirakan tanggal 24 November ini atau bahkan bisa lebih cepat. Kami terus berupaya agar semua logistik bisa kami terima dalam waktu dekat ini," ujar Nana di Depok, Senin (16/11/2020).
Untuk memastikan pencetakan surat suara berjalan dengan baik dan sebagai pengawasan, KPU Kota Depok telah mengajak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Bawaslu Kota Depok untuk melakukan peninjauan dan pengawasan produksi surat suara yang dilakukan di PT Gramedia Printing Jalan Rancaekek KM 24, Bandung, pada Jumat (13/11/2020).
Dalam peninjauan tersebut juga dihadiri Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Dandim 0508 Depok Letkol Inf Agus Isrok Mikroj, Pejabat sementara wali Kota yang diwakili Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Depok Muksin Mawardi serta Ketua Bawaslu Depok Luli Barlini dan anggotanya.
Dikatakan Nana, tujuan dilakukannya kegiatan pengawasan produksi surat suara ini adalah KPU Kota Depok ingin memberikan gambaran dan penjelasan kepada pihak terkait tentang produksi surat suara di perusahaan, mulai dari penyerahan materi, pencetakan, penyortiran, pelipatan sampai dengan packing dan pengiriman dari perusahaan ke gudang.
"Seluruh kegiatan tersebut diawasi oleh pihak kami, agar kami dapat memastikan semua berjalan baik," kata Nana.
Dari kunjungan peninjauan dan pengawasan produksi surat suara ini, lanjut Nana, semua pihak mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh KPU Depok dalam pengadaan surat suara ini.
Lebih lanjut, dikatakan Nana, KPU Kota Depok saat ini selain sedang melakukan tahapan rekrutmen anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), juga tengah fokus kepada tahapan logistik. Tahapan logistik juga merupakan tahapan krusial dan penting yang memerlukan perhatian secara khusus.
Logistik pemilihan berupa surat suara, kata Nana, merupakan salah satu instrumen penting tahapan dalam penyelenggaraan pemilu atau pilkada yang tidak boleh dianggap remeh. Seperti penyelenggaraan saat ini, pilkada sejatinya adalah kontestasi demokrasi, mencari dan memilih pemimpin dengan mekanisme pemberian hak suara oleh para pemilih.
Mekanisme memilih ini terekam dan teradministrasikan melalui surat suara. "Jadi, logistik surat suara pilkada memiliki peran yang penting dalam suksesi kontestasi disamping instrumen logistik yang lain," kata Nana.
Nana menuturkan, saat ini logistik pilkada yang sudah diterima di gudang KPU Kota Depok diantaranya kotak suara, bilik, segel, hologram, sampul dan sebagainya. "Kami tetap terus akan mengupayakan pengelolaan logistik ini dapat terlaksana dengan baik, transparan dan akuntabel," ujar Nana.
KPU Kota Depok juga kembali meminta warga Depok untuk tidak ragu datang ke TPS pada 9 Desember mendatang karena pelaksanaan pemungutan suara telah menerapkan protokol kesehatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




