Kak Seto: Pelajaran Etika Sangat Baik Untuk Anak
Kamis, 11 Oktober 2012 | 15:53 WIB
Pemberian pelajaran etika kepada anak merupakan salah satu upaya untuk mencegah tindak kekerasan.
Ketua Dewan Penasehat Komisi Perlindungan Anak, Seto Mulyadi menilai pemberian pelajaran etika ke dalam kurikulum nasional pendidikan sangat baik.
"Kurikulum nasional yang akan memasukkan pelajaran etika baik sekali meskipun mengurangi sejumlah mata pelajaran," katanya saat menghadiri pembukaan pembukaan training pembukaan Training ESQ Damai SMA 70 dan SMA 6 di Jakarta, Kamis (11/10).
Pemberian pelajaran etika atau moral kepada anak didik, kata lelaki yang akrab disapa Kak Seto, dibutuhkan untuk mengantisipasi tindak kekerasan di dalam ataupun di luar sekolah.
"Cara bertingkah laku diberikan kepada anak didik agar jangan ada kekerasan, tapi diperlukan metode yang tepat bagaimana hal tersebut diterapkan," imbuhnya.
Kak Seto menjelaskan metode tersebut dapat dipraktikkan oleh guru seperti melalui permainan yang berguna untuk merangsang panca indra anak didik.
"Itu sangat efektif, semoga bisa dipraktikkan di sekolah," kata dia.
Terkait dengan upaya menangani kekerasan yang terjadi di sekolah, lanjut Kak Seto, diperlukan campur tangan dari pihak ketiga seperti orangtua murid, komite sekolah, dan aparat yang berwenang.
"Tanpa adanya campur tangan dari pihak ketiga, upaya pencegahan terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak didik tidak sepenuhnya berhasil," ujarnya.
Ketua Dewan Penasehat Komisi Perlindungan Anak, Seto Mulyadi menilai pemberian pelajaran etika ke dalam kurikulum nasional pendidikan sangat baik.
"Kurikulum nasional yang akan memasukkan pelajaran etika baik sekali meskipun mengurangi sejumlah mata pelajaran," katanya saat menghadiri pembukaan pembukaan training pembukaan Training ESQ Damai SMA 70 dan SMA 6 di Jakarta, Kamis (11/10).
Pemberian pelajaran etika atau moral kepada anak didik, kata lelaki yang akrab disapa Kak Seto, dibutuhkan untuk mengantisipasi tindak kekerasan di dalam ataupun di luar sekolah.
"Cara bertingkah laku diberikan kepada anak didik agar jangan ada kekerasan, tapi diperlukan metode yang tepat bagaimana hal tersebut diterapkan," imbuhnya.
Kak Seto menjelaskan metode tersebut dapat dipraktikkan oleh guru seperti melalui permainan yang berguna untuk merangsang panca indra anak didik.
"Itu sangat efektif, semoga bisa dipraktikkan di sekolah," kata dia.
Terkait dengan upaya menangani kekerasan yang terjadi di sekolah, lanjut Kak Seto, diperlukan campur tangan dari pihak ketiga seperti orangtua murid, komite sekolah, dan aparat yang berwenang.
"Tanpa adanya campur tangan dari pihak ketiga, upaya pencegahan terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak didik tidak sepenuhnya berhasil," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




