Spirit Islam Bagi Perjuangan Soekarno

Kamis, 1 November 2012 | 22:18 WIB
DS
B
Penulis: Dyah Shinta | Editor: B1
Judul: Sukarno dan Modernisme Islam. Pengarang: Muhamad Ridwan Lubis. Penerbit: Komunitas Bambu, Juni 2010. Tebal: 344 halaman
Judul: Sukarno dan Modernisme Islam. Pengarang: Muhamad Ridwan Lubis. Penerbit: Komunitas Bambu, Juni 2010. Tebal: 344 halaman (Komunitas Bambau)
Perbandingan pidato dan tulisan Soekarno tentang Islam, nasionalisme dan Marxisme. Islam: 46 kali (10,75%). Nasionalisme: 355 kali (82,94%) dan Marxisme: 27 kali (6,31%).

Soekarno dikenal sebagai guru dan penyebar gagasan nasionalisme. Nasionalisme Soekarno ia tancapkan dalam Pancasila dan gagasan persatuan trio ideologi Indonesia: nasionalisme, agama dan komunisme. Sayang trio ideologi ini hancur total seiring meletusnya peristiwa G30S yang pada akhirnya mengubur komunisme ke kuburan terdalam di Indonesia.

Soekarno punya sisi-sisi religius. Bukan hanya ia yang sempat berhaji ke Mekkah namun Islam sebagai agama yang dianutnya dijadikan spirit perjuangan mengusir kolonialisme dari bumi pertiwi. Meskipun harus diakui modernisme Islam ala Soekarno tak terlalu menonjol dibandingkan dengan warna nasionalisme dan Marxisme dalam telaah yang tercermin dalam pidato-pidatonya.

Mengupas sisi lain Soekarno dalam relasinya dengan pemikiran Islam inilah yang dikupas dalam bedah buku Soekarno & Modernisme Islam, Kami, 01 November 2012 di Hotel Millenium Jakarta. Buku karya Dr. H. Muhammad Ridwan Lubis mengupas sisi-sisi Soekarno yang sangat terpengaruh dengan pemikiran Islam dalam gerakan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Ridwan Lubis, Soekarno memiliki pandangan bahwa Islam memiliki tiga karakter yang keberadaannya tidak ada dalam agama-agama lainnya. Pertama, tidak ada agama selain Islam yang sangat menekankan persamaan derajat. Semua ajaran Islam baik akidah, ibadah maupun akhlak didasarkan kepada prinsip kesetaraan.

Kedua, ajaran Islam itu rasional dan simplicity. Karakter rasionalitas akan kelihatan ketika seorang akan mengkaji Islam yaitu dengan dorongan Islam kepada semua umatnya untuk menggunakan akal baik ketika dalam proses penerimaan terhadap kepercayaan yang disebut tauhid maupun dalam pengkajian terhadap berbagai aspek filosofis dari semua hukum-hukum Islam. Ketiga, Islam adalah kemajuan. Dalam pemahaman Sukarno semua ajaran Islam mendorong semua umatnya untuk memiliki wawasan yang optimis ke depan sekalipun di sana sini terdapat berbagai hambatan.

"Soekarno menggunakan Islam sebagai kerangka berpikir untuk mengantarkan konstruksi perpolitikan di Indonesia khususnya yang terkait dengan hubungan agama dengan negara," kata Ridwan dalam diskusi bedah buku. Menurut Ridwan, Soekarno pada mulanya kagum dengan pemikiran H.O S Cokroaminoto dan KH Ahmad Dahlan, namun tawaran Sarekat Islam yang berada di bawah pimpinan Cokroaminoto tentang negara berdasar agama adalah suatu pemikiran politik kebangsaan yang sudah usang.

"Oleh karena itu, ia menyebut pemikiran SI tersebut dengan proto nasionalisme.  Rasulullah sendiri mendirikan negara Madinah bukan didasarkan kepada persamaan agama dan suku akan tetapi adalah pada kepentingan bersama semua warganya," katanya.

Sementara pembicara lainnya, Jajang Jahroni, Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan perhatian Soekarno terhadap Islam lebih karena Islam dianggap memberi semangat kemajuan dan pembebasan dari penjajahan. "Pengetahuannya tentang Islam didapatkan lewat pergaulannya dengan banyak tokoh baik dalam maupun luar negeri. Soekarno lebih merupakan juru bicara modernisme Islam ketimbang pemikir Islam," kata Jajang.

Tidak heran, menurut Jajang, dalam pemikiran Soekarno banyak menggunakan jargon Pan-Islamisme, tanpa melihat apakah ada kontradiksi atau tidak dengan nasionalisme. Di sisini lain
Soekarno mengagumi pemisahan negara dan agama yang diprakarsai Gerakan Turki Muda. Ia juga menggunakan jargon kelompok modernis seperti takhayul, bid'ah dan khurafat, untuk menyerang konservatisme agama. Soekarno pula menuding fikih sebagai penyebab konservatisme agama. Ia menggunakan istilah “Islam Sontoloyo”, “Masyarakat Onta dan Masyarakat Kapal Udara. "Bagi Soekarno, Islam is progress," ujar Jajang.

Soekarno lebih dikenal dengan gagasan nasionalismenya ketimbang penyebar gagasan Islam. Ini bisa dilihat dari prosentase perbandingan pidato dan tulisan Soekarno tentang Islam, nasionalisme dan Marxisme. Islam: 46 kali (10,75%). Nasionalisme: 355 kali (82,94%) dan Marxisme: 27 kali (6,31%).

Pembicara lain, JJ. Rizal, penerbit buku Komunitas Bambu, menukil penggalan sejarah bagaimana Soekarno justru akomodatif dengan kelompok Islam yang ingin menjadikan Indonesia, negara baru yang mengadopsi Islam sebagai dasar negara. Tatkala itu sidang Badan Usaha Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, 22 Juni 1945 yang membahas agama dan negara, Soekarno mengalah. Saat itu politisi Islam berkeras, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam” dan “Presiden harus orang Indonesia asli yang beragama Islam” harus masuk dalam konstitusi.

"Soekarno lebih jauh meminta tokoh Kristen mau menerimanya. Ini berhasil. Sampai pada 18 Agustus 1945, Hatta meminta peninjauan kembali perumusan itu sebab dapat berita rakyat Kristen di bagian timur menolak masuk RI jika dipertahankan. Politisi Islampun akhirnya setuju," kata Rizal. 

Buku ini pada mulanya adalah disertasi yang dipertahankan pada ujian promosi pada tanggal 14 Juli 1987 di Fakultas Pasca Sarjana IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Disertasinya tersebut berjudul "Pemikiran Sukarno Tentang Islam Dan Unsur-Unsur Pembaruannya" diterbitkan pertama kali oleh CV Haji Masagung pada tahun 1992. Kemudian tahun 2010 diterbitkan ulang oleh penerbit Komunitas Bambu dengan menguba judulnya menjadi "Sukarno & Modernisme Islam".

Judul : Sukarno dan Modernisme Islam
Pengarang : Muhamad Ridwan Lubis
Penerbit : Komunitas Bambu, Juni 2010
Tebal : 344 halaman
Bahasa : Indonesia
Dimensi : 14 x 21 cm


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon